Dia mengaku masih sempat mengoleskan minyak angin, sambil minta tolong memanggilkan dokter. Tapi saat itu, tiba-tiba seperti ada yang berbisik; "Kalau sudah kehendah Allah, dokter pun tidak akan bisa menolong".
"Saya langsung menjerit, spontan saya bilang La hawla wa la quwwata illa billah beberapa kali," ujar Soejantini, dan tangisnya pun pecah. Beberapa rekannya menenangkan dengan mengelus bahunya.
"Tapi teman saya bilang, bu jangan panjang panjang bu, bilang saja Allah Allah, terus saya saya bilang Allah Allah, bapak sempat melihat ke saya bilang Allah Allah dua kali, hanya saat itu saya menengok masih mencari dokter," tambahnya. Dia kemudian melihat momen di mana suaminya menghembuskan napas terakhirya.
Ibu berusia 51 tahun itu mengaku kuat menjalani semua karena suaminya meninggal di Tanah Suci dan dimakamkan di Baqi sehingga langsung lolos ke taman surga Allah. "Dan saya pun harus bisa seperti bapak sehingga menjadikan saya kuat seperti bapak," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)