Dia berharap, perekrutan tersebut menjadi pioner yang dapat memantik kementerian atau instansi lainnya dalam memberdayakan para hafiz/hafizah berprestasi.
"Saya bayangkan mereka ada di setiap masjid kementerian. Masjidnya dimakmurkan oleh alumni juara MTQ ataupun STQH yang moderat," terangnya.
Sementara Kabagdiapers Biro Dalpers SSDM Polri, Kombes Pol Fadly Samad mengatakan Polri sejak 2019 telah melakukan rekrutmen proaktif melalui jalur afirmatif, penghargaan, dan prestasi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri.
"Tahapan rekrutmen itu sudah ada ketentuannya, hanya standarnya kita agak turunkan untuk rekrutmen proaktif, karena tidak mungkin disamakan. Standar ini nantinya diterapkan di masing-masing daerah dengan persyaratan yang disesuaikan," tuturnya.
Dia pun berharap para hafiz dan hafizah di kepolisian dapat melakukan kegiatan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) melalui pendekatan agama.
(Hantoro)