“Proses check sampel dari visual atau dari mata, kita lihat tekstur nasi, kemudian dari aroma, ada yang basi atau tidak. Terakhir baru kita coba makanannya untuk meyakinkan bahwa menu katering aman dimakan jamaah,”bebernya.
Namun jika kemudian ditemukan ada menu yang tidak sesuai standar, pihaknya akan segera mengganti dengan menu baru serta menahan distribusi ke jamaah.
“Jika ada yang tidak sesuai langsung hubungi seluruh hotel yang dilayani dapur tersebut. Kita minta menahan distribusi,” tutup Irfan.
(Fahmi Firdaus )