Sampel Makanan Jamaah Haji Diawasi Secara Ketat, Mulai Gramasi hingga Kualitas

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 05 Juni 2024 04:02 WIB
Petugas Periksa Sampel Makanan Jamaah Haji/MCH 2024
Share :

MAKKAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan menu bubur bagi lansia atau jamaah yang membutuhkan.

Hal ini juga sesuai dengan tagline Haji Ramah Lansia yang kembali diusung Kementerian Agama pada operasional haji 1444 H/2023 M.

“Dalam kontrak dengan pihak katering, disebutkan bahwa satu persen dari total jumlah jamaah terdapat menu makanan lansia,”ujar konsultan dan pengawas katering Jamaah, Irfansyah, di Daker Makkah, Rabu (4/6/2024).

Lebih lanjut Irfan menjelaskan, dari satu kloter ada lima atau berapapun jumlahnya yang membutuhkan menu ramah lansia, pihaknya akan diakomodir.

“Memang awalnya masih banyak lansia yang memilih makanan bubur. Namun kini mulai banyak lansia yang lebih memilih nasi dibanding bubur,”ujar Dosen Politeknik Pariwisata NHI Bandung tersebut.

Menurutnya, jika ingin merubah makanan yang dipilih jamaah, seperti dari bubur ke nasi, tinggal menghubungi ketua kloter.

“Nantinya ketua kloter akan menyampaikan ke petugas layanan konsumsi sektor, kemudian petugas akan menyampaikan ke katering setempat,”ucapnya.

Masih kata Irfan, setiap hari dia, tiga kali mengecek sampel makanan sebelum didistribusikan ke jamaah. Pihak katering akan memberikan sample makanan ke petugas layanan konsumsi di kantor Daker Makkah.

Sampel makanan juga diberikan kepada petugas konsumsi di masing-masing sektor saat makanan didistribusikan sehingga petugas bisa mengecek sebelum makanan didistribusikan.

Petugas mengecek cakupan menu baik itu karbohidrat, protein nabati, dan protein hewani. Selain itu, petugas juga menghitung gramasi masing-masing cakupan tersebut.

Seperti gramasi nasi putih minimal 150 gram, protein hewani minimal 75 gram, protein nabati minimal 80 gram.

“Proses check sampel dari visual atau dari mata, kita lihat tekstur nasi, kemudian dari aroma, ada yang basi atau tidak. Terakhir baru kita coba makanannya untuk meyakinkan bahwa menu katering aman dimakan jamaah,”bebernya.

Namun jika kemudian ditemukan ada menu yang tidak sesuai standar, pihaknya akan segera mengganti dengan menu baru serta menahan distribusi ke jamaah.

“Jika ada yang tidak sesuai langsung hubungi seluruh hotel yang dilayani dapur tersebut. Kita minta menahan distribusi,” tutup Irfan.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya