Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dirahmati Allah, Lailatul Qadar bukan sekadar malam biasa, melainkan saat langit terbuka lebar untuk turunnya malaikat-malaikat beserta Ruhul Amin, Jibril AS. Mereka membawa ketentuan ilahi dari fajar ke fajar, menyelimuti bumi dengan kedamaian dan selamat sejahtera.
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۖ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Tanazzalul mala'ikatu warruhu fiha bi idhni rabbihim min kulli amr. Salamun hiya hatta matla'il fajr.
Artinya: "Turunlah malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) pada malam itu dengan izin Tuhannya membawa segala perintah. Selamat sejahtera malam itu sampai terbit fajar."
Bayangkan suasana itu: udara terasa ringan, hati tenang, dan doa mustajab. Nabi SAW mengajarkan kita untuk memperbanyak dzikir, membaca Alquran, dan muhasabah. Di malam seperti ini, setan dibelenggu, pintu surga terbuka, dan pengampunan mengalir deras. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini, hadirin. Bangun di sepertiga malam akhir, angkat tangan berdoa.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin rahimakumullah, akar keagungan Lailatul Qadar adalah malam pertama penurunan Alquran dari Lauhul Mahfuzh sebagai petunjuk abadi bagi umat manusia. Allah SWT berfirman langsung menegaskan kejadian suci ini, menjadikan malam tersebut abadi dalam sejarah peradaban Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Innâ anzalnâhu fî lailatil qadr.
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada Lailatul Qadar."
Al-Quran yang diturunkan malam itu membimbing kita dari kegelapan jahiliah menuju cahaya iman. Muhammadiyah menekankan agar kita manfaatkan dengan tadarus, tafsir, dan amal shaleh yang nyata.