JAKARTA - Salah satu kewajiban umat Islam adalah, harta yang wajib dialokasikan untuk diberikan pada tertentu dengan sejumlah syarat yang perlu dipenuhi. Zakat pada umumnya terbagi dua, yaitu zakat maal dan zakat fitrah.
Berikut kultum Ramadhan terkait zakat fitrah dan hikmahnya dalam islam, sebagaimana dilansir dari Nu Online.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin rahimakumullah, secara definisi, zakat fitrah merupakan kadar ukuran bahan makanan pokok tertentu yang wajib dikeluarkan seseorang yang memenuhi syarat tertentu. Syarat tersebut ialah Islam, tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan atau menemukan dua sisi bulan Ramadhan dan Syawal, terdapat lebihan makanan pokok untuk dirinya dan orang yang wajib dinafkahi pada hari raya dan malamnya, serta yang terakhir ialah merdeka.
Dalil kewajiban zakat fitrah ialah hadits yang bersumber dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah saw mewajibkan kepada umat Islam mengeluarkan zakat fitrah berupa satu sha’ kurma atau kacang sya'ir (jewawut).
Al-Khatib As-Syirbini menjelaskan:
وَالْأَصْل فِي وُجُوبهَا قبل الْإِجْمَاع خبر ابْن عمر رَضِي الله عَنْهُمَا فرض رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم زَكَاة الْفطر من رَمَضَان على النَّاس صَاعا من تمر أَو صَاعا من شعير على كل حر أَو عبد ذكر أَو أُنْثَى من الْمُسلمين
Artinya: “Dalil kewajiban zakat fitrah sebelum konsensus ialah khabar yang bersumber dari Ibnu Umar ra yang menjelaskan bahwa Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah dari Ramadhan kepada umat Islam yang merdeka, hamba sahaya laki-laki atau perempuan berupa satu sha’ kurma atau kacang syair (jewawut)”. (Al-Iqna', [Beirut, Darul fikr, tt], juz I, halaman 226).