Setelah membaca iftitah dan melakukan takbir sebanyak tujuh kali, wajib membaca surat Al-Fatihah. Lalu dianjurkan membaca surat Al-A'la.
Berlanjut ke ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
Saat posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, disunnahkan takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan allâhu akbar seperti rakaat sebelumnya.
Di antara takbir-takbir tersebut, dianjurkan untuk kembali melafalkan bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca Surat al-Fatihah, lalu Surat al-Ghâsyiyah.
Kemudian dilanjutkan dengan gerakan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
Setelah shalat diakhiri gerakan salam, jamaah dianjurkan menyimak khutbah Idul Fitri sampai selesai. Hal berbeda jika shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah atau sendirian, tidak perlu ada khutbah. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Syafi'i.
“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.”
Dalam khutbah id ini, khatib disunnahkan memulai khutbah pertama dengan takbir sembilan kali dan khutbah kedua dengan takbir tujuh kali.
(Erha Aprili Ramadhoni)