JAKARTA - Puasa Ayyamul Bidh, ibadah sunnah tiga hari di pertengahan bulan Hijriah, menjadi amalan yang dianjurkan umat Islam. Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah dengan nilai pahala yang tinggi.
Niat puasa Ayyamul Bidh bisa dibaca di dalam hati, tetapi boleh juga dilafalkan dengan lisan. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَيَّامَ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada (Ayyamul Bidh) hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa niat ini dilakukan pada malam hari atau siang hari sebelum zawal, asalkan belum makan atau minum. Beberapa ulama juga menyebut bahwa niat boleh diucapkan saat sahur atau pagi hari.
Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah sunnah yang layak dijaga dan dijalankan secara konsisten, sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW:
وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فَإِنَّ ذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Artinya: “Sesungguhnya cukuplah bagimu berpuasa tiga hari setiap bulan, karena untuk setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat. Maka yang demikian itu seperti puasa sepanjang tahun.” (H.R. Bukhari)
Puasa ini jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Pada bulan Syawal 1447 H, tanggal tersebut bertepatan dengan 2, 3, dan 4 April 2026.
(Rahman Asmardika)