JAKARTA - Kementerian Haji dan Umroh memastikan kesiapan pelayanan kepada para jamaah dari 16 asrama haji di seluruh Indonesia. Bahkan, ada penambahan 2 embarkasi di Yogyakarta dan Banten.
"Aktivitas layanan di seluruh asrama haji berjalan dengan lancar. Fokus utama kami tentu memastikan layanan di asrama haji yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh jamaah haji. Perlu kami sampaikan terkait kesiapan layanan, sebanyak 16 asrama haji embarkasi di seluruh Indonesia telah siap melayani jamaah dengan penambahan dua embarkasi di tahun 2026 ini, yaitu embarkasi Yogyakarta dan embarkasi Banten," ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh (Jubir Kemenhaj), Ichsan Marsha pada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, setiap asrama dilengkapi fasilitas yang representatif dan dengan sumber daya manusia kompeten yang siap melayani jemaah secara terintegrasi. Ini termasuk dengan menghadirkan layanan One Stop Service atau OSS yang diterapkan di seluruh asrama.
"Dengan pelayanan mencakup pemeriksaan kesehatan jamaah atau pemeriksaan kesehatan akhir, distribusi living cost, pembagian perlengkapan, dokumen haji, layanan imigrasi dan keimigrasian, manasik terakhir sebelum keberangkatan. Semua dilakukan di satu waktu dan tempat saat pertama kali jamaah tiba di asrama haji," tuturnya.
Dia menambahkan, layanan OSS tersebut diterapkan tujuannya memberikan kemudahan bagi jamaah dan mengurangi aktivitas berulang di luar lingkungan asrama sehingga jamaah dapat memanfaatkan waktunya lebih banyak untuk beristirahat. Khusus terkait dengan living cost pemeriksaan yang diberikan saat berada di asrama haji, masing-masing jamaah akan menerima 750 SAR.
"Tahun ini juga menjadi momentum perdana dibagikannya kartu Nusuk bagi jamaah haji Indonesia di embarkasi haji. Tujuannya memberikan peningkatan dalam layanan kenyamanan jamaah haji dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)