Berkah saat Anda Makan Sahur

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 29 616 2049436 berkah-saat-anda-makan-sahur-UO8hbmHUYp.jpg Berkah makan sahur (Foto: Yourbanize)

DALAM satu kesempatan Rasulullah SAW menekankan pentingnya makan sahur, “Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah Ta’ala dan para malaikat-Nya bersalawat atas orang-orang yang sahur.” (HR Ahmad). Tak heran, menurut Muttafaqun ‘alaih Rasulullah Saw pernah mengatakan, menyantap sahur itu merupakan keberkahan.

Menurut Ibnu Daqiq, berkah dalam hadits ini meliputi berkah akhirat nanti berupa al-ajr (balasan) karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Sekaligus berkah dunia seperti taqwiyah al-badn ‘ala ash-shaum (kuat badan ketika berpuasa), dan dipermudah dalam ibadah lainnya selama Ramadan. Itulah sahur, sunnah Rasulullah SAW. Dimaksudkan untuk kemashlahatan dan kemudahan pengikutnya.

Kemudian Rasulullah SAW menyebut sahur sebagai berkah dari Allah SWT. Bagaimana tidak sahur menjadi berkah? Ketika seseorang makan sahur sekedarnya, hanya dengan sebutir kurma atau segelas air, Allah mudahkan ia untuk puasa seharian. Berkah adalah ketika yang sedikit namun Allah tambah nilainya. Badan jadi kuat, lebih semangat untuk beraktivitas, dan hati terasa lapang jauh dari kemarahan.

Sunnah lain dari sahur adalah menyantap hidangan sahur secara bersama-sama (jama'ah) sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit bercerita kepadanya, bahwa mereka (para sahabat) pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian mereka melaksanakan salat. Aku bertanya, “berapa jarak antara sahur dan Salat Subuh?” Dia menjawab, “antara lima puluh sampai enam puluh ayat.” (HR. Bukhari).

Istimewanya sahur menjadi pembeda umat Islam dan umat terdahulu. Dengan tegas Rasulullah SAW menyatakan, “Yang membedakan antara puasa kami (orang-orang muslim) dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim).

Keistimewaan lainnya, waktu sahur hanya ada di penghujung malam, tidak dianggap sahur selain di waktu itu. Dan malam adalah pakaian bagi manusia (QS.78:10). Allah SWT menjadikan malam agar manusia berganti aktivitasnya. Malam menjadi waktu untuk istirahat, sekaligus untuk mendekatkan diri dan bermunajat kepada Allah.

Gemar bangun di penghujung malam, di waktu sahur, merupakan karakter orang yang paling bertaqwa (QS.51:18). Bukankah taqwa telah menjadi terminal akhir dari ibadah-ibadah Muslim, seperti ibadah puasa (QS.2:183), sedekah, dan infaq (QS.3:133-134)?

Banyak rangkaian ibadah yang bisa dilakukan ketika bangun di tengah malam hingga sahur. Mulai qiyamul lail, menambah tilawah, dan tadarrus qur’an, memperbanyak dzikir, istighfar dan doa, menyiapkan hidangan sahur dan diakhiri dengan Salat Subuh berjamaah di masjid.

Bahkan bila luang dilanjutkan dengan dzikir hingga terbit matahari dan kemudian salat sunnah. Semoga Kita menjadi orang yang bertaqwa lewat sahur Kita dan rangkaian ibadah yang menggiringiya. Wallahu A’lam bish-shawab. (Oleh: Adi Setiawan, Lc) (ABD)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya