Hikmah dan Keajaiban Salat Tarawih

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 07 Mei 2019 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 07 330 2052650 hikmah-dan-keajaiban-salat-tarawih-XwGJYKDXQq.jpg

SALAT tarawih yang dilaksanakan setelah salat Isya di malam-malam bulan Ramadan ternyata memiliki keutamaan luar biasa bagi orang yang mengerjakannya, baik dari sisi kesehatan maupun spiritual.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam menyatakan, salat tarawih adalah bagian dari kegiatan qiyamu ramadani, yaitu menghidupkan malam bulan Ramadan untuk kepentingan ibadah.

“Untuk itu, setiap muslim di samping melaksanakan kewajiban puasa Ramadan juga sangat dianjurkan melakukan berbagai kegiatan sunnah pada bulan Ramadan. Allah dan rasul- Nya menjanjikan bahwa perbuatan sunnah di bulan Ramadan itu derajatnya sama dengan pahala wajib di luar bulan Ramadan,” ujar Asrorun.

Hikmah dan Keajaiban Salat Tarawih setiap muslim

Salat tarawih sendiri memang memiliki banyak hikmah, di antaranya untuk menghidupkan malam Ramadan dengan bermunajat serta berzikir dan beribadah sunnah guna melipat gandakan pahala.

“Umat Muhammad sebagai umat nabi terakhir yang diberikan umur lebih pendek, secara otomatis ibadahnya pun tidak sebanyak umat terdahulu yang memiliki umur lebih panjang. Namun, umat Muhammad diberikan kelebihan dengan adanya bulan Ramadan yang bisa melipatgandakan pahala,” jelasnya.

Bahkan, ada satu di antara malam-malam selama bulan Ramadan yang memiliki keistimewaan dan keutamaan lebih dari 1.000 bulan. Malam tersebut dinamakan malam Lailatul kadar. Ini pun turut menjadi bagian dari keistimewaan malam bulan Ramadan. “Karena itu, sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam Ramadan, yang salah satunya dengan salat melakukan salat tarawih,” jelasnya.

Hikmah kedua tampak dari sisi kesehatan, yakni puasa dianjurkan untuk peningkatan kesehatan. Hal itu telah disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi “Summu Tasihhu”, yang artinya berpuasalah kalian niscaya akan memperoleh kesehatan. Hadits tersebut bermakna bahwa puasa memiliki hikmah untuk menjaga keseimbangan pola makan dan asupan yang dikonsumsi dalam tubuh. Dalam konteks ini, tubuh butuh relaksasi dalam metabolisme, salah satunya dengan cara berpuasa.

“Demikian juga aktivitas fisik saat salat tarawih yang dikerjakan setelah kita berbuka dan salat isya. Tarawih yang kita laksanakan itu juga memiliki fungsi kesehatan untuk kepentingan proses aktivitas pasca makan asupan gizi saat berbuka itu, sehingga bisa membakar kalori juga,” tegasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tarawih juga memiliki terminologi istirohah yang bermakna relaksasi dari jenis ibadah yang diminta untuk ditingkatkan saat bulan Ramadan. Di antara jeda itulah istirahat. Itu pula yang kemudian digunakan sebagai nama salat tarawih atau relaksasi dari beberapa jenis ibadah, meski konsekuensinya banyak umat mengalami sedikit kelelahan.

“Yang pasti, hikmah untuk meningkatkan pahala, amal kebaikan yang dilaksanakan di bulan Ramadan akan dilipat gandakan pahalanya. Dan pada saat bulan Ramadan di samping kewajiban puasa, kita sangat dianjurkan untuk qiyamu ramadan,” katanya.

Hal tersebut tertulis dalam hadits Rasulullah SAW, yang berbunyi “Barang siapa berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap rida Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau” (HR Muslim).

Selain itu, juga ada hadits yang menyebutkan bahwa “Barang siapa menghidupkan malam Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap rida Allah, maka diampuni dosa-nya yang telah lampau “ (HR Muslim).

“Itu artinya ada dua dimensi; siang puasa, malam qiyamu ramadan. Keduanya memiliki keutamaan sebagai pelebur dan penghapus dosa jika dilaksanakan dengan penuh keimanan dan ketakwaan,” ungkapnya.

pahala melakukan shalat tarawih

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid menambahkan, salat tarawih adalah salat sunnah yang disyariatkan pada malam Ramadan. Karena itu, dia juga memiliki keutamaan salat malam pada umumnya sebagaimana sabda Rasulullah: “Salat yang paling afdol setelah salat fardu adalah salat malam” (HR An Nasaíi).

“Secara khusus, salat tarawih yang dikerjakan dengan ikhlas akan mendatangkan ampunan dari Allah SWT,” ucapnya. Menurutnya, dosa-dosa terdahulu yang akan diampuni Allah sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa bangun pada malam bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan perhitungan dari Allah maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Muslim).

salat tarawih yang dikerjakan dengan ikhlas akan mendatangkan ampunan dari Allah SWT

“Dan masih banyak hikmah dan keutamaan lainnya dari salat tarawih. Yang pasti, salat tarawih atau salat malam merupakan kebiasaan orang-orang saleh terdahulu. Maka barang siapa yang mengerjakannya, dia pun dicatat atau dimasukkan ke dalam golongan orang saleh sebagaimana mereka,” ungkapnya. Pernyataan Zainut tersebut tentu berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Biasakanlah dirimu untuk salat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya