nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Bugar dan Penuhi Kebutuhan Minum Air Selama Puasa Ramadan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 14:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 10 616 2054009 tips-bugar-dan-penuhi-kebutuhan-minum-air-selama-puasa-ramadan-gYH9b0jYnQ.jpg Tips penuhi kebutuhan minum air selama puasa ramadan (Foto : Shutterstock)

Selama bulan Ramadan seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa. Sebagaimana diketahui puasa adalah rukun islam ke-3 yang merupakan kewajiban serta melatih manusia untuk menjadi saleh baik badani maupun secara sosial.

Secara biologis tubuh bisa meningkatkan kekebalannya, termasyk ketika puasa. Karena selama periode sel tubuh berada di bawah tekanan yang ringan, tubuh bisa merepon kemampuannya untuk mengatasi stres dan melawan penyakit.

Manusia tentu membutuhkan energi untuk beraktivitas, walaupun dalam kondisi tidur manusia tetap butuh energi walaupun kecil. Sumber energi berasal dari makanan, caranya adalah jaga kesehatan, jaga kebugaran, makan makanan bergizi seimbang, jaga seimbang antara waktu kerja, ibadah dan istirahat.

Menurut Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, yang dimaksud perinsip seimbang adalah gizi seimbang dan cukup minum. Hal ini diwajibkan mengingat sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air.

infografis

Berbicara mengenai asupan air dalam tubuh manusia, drg. Kartini pun membagikan beberapa tips untuk memenuhi kebutuhan asupan air minum selama bulan puasa.

“Minimal minum delapan gelas air setiap hari. Minumnya jangan disekaligusin nanti malah kembung. Caranya dicicil, satu gelas setelah bangun tidur, satu gelas setelah sahur, satu gelas setelah adzan maghrib, satu gelas setelah salat maghrib, satu gelas setelah makan, satu gelas sebelum salat isya, satu gelas setelah tarawih, dan satu gelas sebelum tidur,” terang drg. Kartini, di gedung Kementerian Kesehatan RI, Jumat (10/5/2019).

Selain kebutuhan air, drg. Kartini menyarankan agar seseorang melakukan aktivitas seimbang dalam hal makan dan aktivitas fisik. Istirahat cukup dan mengonsumsi vitamin apabila diperlukan. Sementara beberapa hal lain yang bisa dilakukan adalah aktivitas fisik rutin/kerja, ibadah dan olahraga. Sehingga tidak ada alasan tidak melakukan apa-apa saat berpuasa.

Lebih lanjut drg. Kartini juga mengimbau para masyarakat yang baru sembuh dari sakit dan ingin menjalankan puasa, untuk lebih berhati-hati dalam memilih asupan makanan yang tepat. Dalam kasus ini sayuran adalah makanan yang paling tepat untuk dikonsumsi.

“Sehabis sakit yang paling baik adalah makan sayuran, karena dalam sayur ada vitamin, protein, kalsium, dan jika diperlukan bisa dibantu dengan asupan suplemen vitamin,” imbuhnya.

Jadi, kita bisa tetap sehat dan bugar selama menjalani ibadah puasa. Tetap bisa menjalani aktivitas seperti biasa meski sedang berpuada.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini