Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah 3 Pertanyaan Rabi Yahudi ke Nabi dan Asal Muasal Kata Insya Allah

Kisah 3 Pertanyaan Rabi Yahudi ke Nabi dan Asal Muasal Kata Insya Allah
Asal Muasal Kata Insya Allah (Foto: Nu.or.id)
A
A
A

Beliau gelisah dan segera tersebar ejekan dari para penentangnya. Para pengikut Nabi juga dalam pertaruhan iman, bagaimana seandainya Nabi tidak mampu menjawabnya, apakah ia memang seorang pendusta? Akhirnya Jibril datang membawa wahyu yang dibuka dengan teguran Tuhan kepada Nabi: “Dan jangan kamu sekali-kali mengatakan terhadap sesuatu, aku akan melakukannya esok, kecuali mengucapkan Insya Allah’ (QS. 18: 23-24). Wahyu kemudian menjawab pertanyaan lebih daripada yang diharapkan.

Jawaban terhadap pertanyaan pertama adalah kisah dalam surat al-Kahfi tentang para pemuda yang bersembunyi di dalam gua dan tertidur selama 300 tahun demi menghindari kaum mereka dijaga oleh anjing yang setia menjulurkan lidahnya di depan pintu gua (QS. 18: 9-25).

Jawaban terhadap pertanyaan kedua termuat dalam QS 18: 93-99 tentang petualang yang bernama Dzul Qarnayn (pemilik dua tanduk) yang diberi kekuasaan oleh Tuhan untuk mengusir Ya’juj dan M’juj serta memenjarakan roh-roh jahat yang menggangu penduduk negeri.

Jawaban terhadap pertanyaan ketiga termuat dalam QS 17: 85, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kalian diberi pengetahuan kecuali sedikit.”

Cerita ini mengukuhkan kebenaran pernyataan bahwa wahyu turun dari langit dan sama sekali tidak bisa diintervensi Nabi. Bukanlah tidak masuk akal jika Muhammad mengarang wahyu kemudian menangguhkan wahyu lain ketika iman begitu banyak orang dalam pertaruhan? Bagi kaum beriman, kejadian ini menebalkan keyakinan bahwa Alquran adalah wahyu otentik.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement