nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Sederhana Menjadi Manusia Terbaik

Selasa 21 Mei 2019 15:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 21 330 2058458 cara-sederhana-menjadi-manusia-terbaik-XregeflL8R.jpg Tausiyah Ramadan tentang Akhlak Manusia

RASULULLAH SAW diutus semata-mata untuk menyempurnakan akhlak, baik akhlak kepada Allah, kepada manusia, maupun kepada alam semesta.

Akhlak kepada Allah berarti menempatkan status manusia sebagai hamba-Nya (abdullah), yang selalu berjuang mencapai ridha-Nya. Sebagai hamba Allah, manusia tidaklah diciptakan kecuali untuk mengabdi kepada-Nya, tidak kepada selain-Nya (wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun (al-Dzariyat/51: 56).

Manusia harus mengorientasikan seluruh perbuatannya sebagai ibadah. Akhlak kepada manusia dan semesta berarti menyadari dan menempatkan status manusia sebagai khalifah-Nya (khalifatullah fil ardh), yaitu wakil Tuhan untuk mengurus manusia dan alam sesuai dengan rambu-rambu-Nya.

Rasulullah SAW bersabda: takhallaqu bi akhlaqillah, berakhlak-lah kamu seperti akhlak Allah, artinya manusia harus menjelmakan sifat-sifat Allah yang indah (asmaul husna) itu ke dalam kehidupan nyata.

Jika Allah bersifat rahman, maka manusia harus mengembangkan kasih sayang kepada sesama. Jika Allah bersifat ‘Adil, maka manusia harus menegakkan keadilan di muka bumi. Jika Allah bersifat As-Salam, maka manusia harus selalu bertindak yang menyelamatkan diri, orang lain, dan lingkungannya.

Jika Allah bersifat al-Mu’min, maka manusia harus menciptakan keamanan dalam semua aspek kehidupan manusia dan alam. Jika Allah bersifat al-Khalik dan al-Mushawawir, maka manusia harus kreatif, produktif, dan inovatif dalam memakmurkan bumi Allah untuk memajukan dan meninggikan martabat manusia.

Jika manusia sanggup mengembangkan akhlak kepada Allah dan kepada makhluk, maka dia akan menjadi manusia terbaik. Hidupnya selalu memberi kemanfaatan dan selalu akan dikenang karena jasa-jasanya. Meski dia sudah mati, karyanya terus hidup, diteruskan dan dikembangkan generasi sepeninggalnya.

Dialah tipe manusia yang digambarkan oleh Nabi: “Khairun nas anfa’uhum lin nas.” Bulan suci Ramadan inilah saat yang tepat kita memulai menjadi manusia terbaik dengan menata akhlak dalam arti ritual-kesalehan individual dan kesalehan sosial sebagai bagian dari ta’awun sesama manusia.

Inspirasi Ramadhan 1440 H

Oleh Ali Masykur Musa

(Ketua Umum PP ISNU-Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini