nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tata Cara Iktikaf, Amalan yang Ada Sejak Zaman Nabi Ibrahim

Solopos.com, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 00:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 26 616 2060659 tata-cara-iktikaf-amalan-yang-ada-sejak-zaman-nabi-ibrahim-xEyF1OivPx.jpg Ilustrasi umat Islam melaksanakan iktikaf di Masjid (Foto: Thoughtco)

BULAN suci Ramadan telah memasuki sepertiga terakhir di mana malam lailatul qadar akan turun. Sebagaimana Rasulullah, jutaan umat muslim juga berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan iktikaf serta ibadah lainnya.

Iktikaf sendiri merupakan ibadah sunah yang hanya bisa dilakukan di masjid. Iktikaf dilakukan dengan cara bersuci, niat lalu berdiam diri di masjid dengan membaca Alquran, zikir, salat dan aktivitas positif lainnya.

Iktikaf bukanlah syariat yang ditetapkan pada zaman Nabi Muhammad saja. Tapi, sudah ada sejak zaman nabi terdahulu. Itulah sebabnya iktikaf disebut sebagai syariat terdahulu sesuai dengan firman Allah di surat Al Baqarah ayat 125.

“Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail. Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud.” (QS. Al-Baqarah: 125)

Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar dari Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan, Nabi Muhammad gemar melakukan iktikaf pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. "Rasulullah selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan," demikian bunyi hadis tersebut.

Iktikaf memang bukan amalan wajib, tapi sangat dianjurkan untuk melatih pribadi menjadi lebih disiplin, mencintai masjid, sekaligus menyongsong datangnya lailatul qadar. Iktikaf semestinya dilakukan di masjid besar atau masjid yang biasa dipakai untuk salat jumat. Lalu sebenarnya apa saja yang sebaiknya saat melaksanakan saat iktikaf?

Dalam kitab Al Majmu’ ala Syarh Al Muhadzab, seperti dikutip dari situs NU, Imam Nawawi menjelaskan, orang yang beriktikaf semestinya menyibukkan diri dengan ketaatan, yakni dengan cara salat, bertasbih, berzikir, serta membaca Alquran. Serta menyibukkan diri menimba ilmu dengan cara belajar, mengajar, membaca, menulis, dan berdiskusi. Hal ini merupakan pijakan bagi penganut mazhab Syafi’i.

Sementara dalam kitab Al Fiqh Al Manhaji ‘ala Al Mazhab, Imam Syafi’i menjelaskan beberapa amalan yang sebaiknya dikerjakan saat iktikaf, antara lain salat, berzikir, membaca Alquran, diskusi keilmuan, berpuasa, serta tidak berbicara kecuali yang baik.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini