nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sabda Nabi tentang Keutamaan Iktikaf di Penghujung Ramadan

Solopos.com, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 00:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 27 616 2060665 sabda-nabi-tentang-keutamaan-iktikaf-di-penghujung-ramadan-N9YtNlhhGd.jpg Ilustrasi Iktikaf di Masjid

BANYAK keutamaan beribadah di sepertiga terakhir bulan Ramadan, segala dosa bakal diampuni dan pahala dilipatgandakan. Salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan dilakukan yaitu iktikaf.

Iktikaf, berdiam diri di dalam masjid, sangat dianjurkan, terutama di 10 malam terakhir. Keutamaan iktikaf pun sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah SAW bahkan menyatakan iktikaf di 10 malam terakhir bagaikan beriktikaf bersama beliau. Dikutip dari Nu.or.id, secara terminologi, iktikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Tujuannya adalah semata beribadah kepada Allah, khususnya ibadah yang biasa dilakukan di masjid.

Demi meraih keutamaan yang lebih besar, seseorang tentu dapat memperbanyak ragam niatnya, seperti berniat mengunjungi dan menghormati masjid sebagai rumah Allah, berzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya, mengharap rahmat dan rida-Nya, bermuhasabah, mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat dan ilmu-ilmu agama, bergaul dengan orang-orang saleh dan cinta kepada-Nya, memutus segala hal yang dapat melupakan akhirat, dan sebagainya.

Iktikaf dapat dilakukan setiap saat, termasuk pada waktu-waktu yang diharamkan salat. Hukum asalnya adalah sunah, tapi bisa menjadi wajib apabila dinazarkan. Kemudian, hukumnya bisa menjadi haram bila dilakukan oleh seorang istri atau hamba sahaya tanpa izin, dan menjadi makruh bila dilakukan oleh perempuan yang bertingkah dan mengundang fitnah meski disertai izin.

Berikut ini lafal iktikaf yang dapat dibaca untuk memantapkan niat:

Nawaitu an a‘takifa fi hadzal masjidi m dumtu fh.

Artinya, “Saya berniat iktikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”

Lafal niat ini dikutip dari Kitab Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj. Lafal iktikaf lain yang dapat digunakan adalah lafal berikut ini. Lafal niat iktikaf ini dikutip dari Kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi:

Nawaitul i’tikfa fi hadzal masjidi lillahi ta‘la.

Artinya, “Saya berniat iktikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini