nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini yang Dilakukan Nabi Muhammad Ketika Merayakan Lebaran

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Rabu 05 Juni 2019 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 31 614 2062741 ini-yang-dilakukan-nabi-muhammad-ketika-merayakan-lebaran-sQrQoZmnE9.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

Ketika hari Lebaran tiba, umat muslim pasti merayakan hari kemenangan ini dengan hati gembira. Pagi hari berangkat ke masjid atau ke tanah lapang untuk melakukan salat Ied dan siang sampai malamnya melakukan kegiatan bersenang-senang bersama keluarga besar. Tapi banyak yang menanyakan bagaimana Nabi Muhammad SAW merayakan hari raya idul fitri.

Nabi Muhammad adalah sosok tauladan bagi umatnya. Nabi Muhammad juga menganjurkan bagi para umatnya untuk merayakan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Namun apa yang dilakukan Nabi Muhammad saat Lebaran?

Berikut adalah kisah aktifitas Nabi Muhammad ketika lebaran dikutip dari berbagai sumber:

1. Bertakbir

Nabi Muhammad SAW mulai bertakbir ketika waktu sudah tiba 1 Syawal. Nabi Muhammad melakukan takbir mulai dari Maghrib hingga menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri. Seperti yang dijelaskan Allah dalam QS al Baqarah ayat 185:

“Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.”

 Memukul bedug

2. Membersihkan diri dan memakai wangi-wangian

Nabi Muhammad SAW sebelum berangkat salat Ied melakukan mandi sunnah, memakai wangi-wangian dan mengenakan pakaian yang terbaik pada Hari Raya Idul Fitri.

“Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami agar pada kedua hari raya memakai pakaian yang terbagus, memakai wangi-wangian yang terbaik dan berkurban dengan hewan yang paling berharga.” (HR. al Hakim)

 Kurma

3. Makan kurma sebelum berangkat salat Ied

“Pada waktu Idul Fithri Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat salat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

 Salat berjamaah

4. Melaksanakan salat Idul Fitri

Ibnu Abbas mengisahkan bilamana Rasulullah senantiasa keluar rumah bersama istri-istri dan anak-anaknya pada dua hari besar umat Islam yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

“Sesungguhnya Rasulullah SAW mengajak keluar seluruh istri dan anak-anak perempuannya pada waktu dua hari raya.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)

Rasulullah lalu melaksanakan salat Ied berjamaah bersama keluarga dan umatnya.

"Aku sering salat dua hari raya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa azan dan iqamat.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad juga mengakhiri pelaksanaan shalat Idul Fitri, biasanya pada saat matahari sudah setinggi tombak atau sekitar dua meter. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah.

5. Mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Ied

“Apabila Nabi SAW pergi salat hari raya, maka ketika pulang eliau menempuh jalan yang berlainan dengan di waktu berangkatnya.” (HR. Ahmad, Muslim dan Turmudzi)

6. Mendatangi keramaian

Suatu ketika saat Hari Raya Idul Fitri, Rasulullah menemani Aisyah mendatangi sebuah pertunjukan atraksi tombak dan tameng. Bahkan saking asyiknya, sebagaimana hadis riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim, Aisyah sampai menjengukkan (memunculkan) kepala di atas bahu Rasulullah sehingga dia bisa menyaksikan permainan itu dari atas bahu Rasulullah dengan puas.

7. Bersilaturahim

Tradisi silaturahim saling mengunjungi saat hari raya Idul Fitri sudah ada sejak zaman Rasulullah. Ketika Idul Fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabatnya. Begitu pun sebaliknya. Pada kesempatan ini, Rasulullah dan sahabatnya saling mendoakan kebaikan satu sama lain. Sama seperti yang dilakukan umat Islam saat ini. Datang ke tempat Keluarga dengan saling mendoakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini