Saat akan memasuki pintu gedung, di depan pintu Hedi disambut oleh sejumlah orang yang memberikan salam "Shalom. Jumat Mubarak", sambil tersenyum dan membawa poster bertuliskan Peace (damai), 'Our diversity is our Strength' (Keragaman kami adalah kekuatan kami), 'Jewish New Yorkers Support Our Muslim Neighbors' (Warga Yahudi New York Mendukung Tetangga Muslim Kita) dan berbagai simbol-simbol perdamaian lainnya.
"Wah. terharu banget melihat ini. Speechless. Mereka ini komunitas Yahudi yang setiap hari Jumat datang kesini untuk mendukung umat Islam beribadah Sholat Jumat," kata Hedi yang terkesima menerima ucapan dari komunitas Yahudi. Hedi sempat bertegur sapa dan disambut dengan ramah dan senyum persahabatan.
"Kami hadir di sini untuk mendukung sahabat Muslim, semua bebas beribadah," ujar Deborah perwakilan dari Komunitas Yahudi Beit Simchat Torah, Newyork.
"Jadi ingat kondisi di tanah air kita ya. Ini mengingatkan kita sebagai Muslim itu harus peace dan toleran. Mereka ini tulus banget. Duh, gue jadi mau nangis," tambah Hedi yang langsung membagi cerita ini lewat instastory.

"Alright everybody, Assalamualaikum, thank you very much," Hedi mengucap salam sebelum masuk gedung. "Waalaikumsalam. Jumat Mubarak," jawab mereka.
Setelah Sholat Jumat, Hedi kembali bertemu dengan komunitas Yahudi New York ini. Mereka masih berada di luar gedung dan saling berbincang dengan para jamaah yang baru selesei Sholat Jumat.
Hedi kembali membagi cerita ini melalui instastory, dan dalam hitungan detik cerita ini di repost dan reshare oleh para netizen.
"Ini pengalaman menarik banget, mari kita bersama-sama membangun kehidupan yang penuh toleransi," kata Hedi saat meninggalkan gedung kampus, menutup perbincangan.
(Martin Bagya Kertiyasa)