Prestasi kedua, Al Ahsa dipilih jadi situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2018 dan menjadi situs kelima di Saudi. Selain itu, Al Ahsa juga terpilih menjadi ibu kota pariwisata Arab 2019 oleh Dewan Menteri Arab sebagai tempat pariwisata
Prestasi ini tidak mungkin diraih tanpa dukungan Pemerintah Saudi dan upaya warga Al Ahsa yang terus berupaya mempertahankan budaya mereka.
Al-Ahsa juga menjadi tempat oasis terbesar di dunia yang sudah ditinggali oleh manusia sejak zaman Neolitik hingga saat ini.
Oasis Al Ahsa, Kerajaan Al Hazm, situs arkeologi Jawatha serta Masjid Jawatha sudah ada sejak abad ke-9.
Di tempat ini, kita bisa melihat makam peradaban kuno dan pemandangan pantai yang indah. Selain itu, terdapat lebih dari 30 mata air alami yang mengairi oasis Al Ahsa. Bangunan di tempat wisata ini juga memiliki gaya unik yang jarang kita temui di tempat lain.
Berbicara mengenai peresmian konferensi tahunan ke-13 UCCN pada 2 Juni, Walikota Al Ahsa, Adel bin Mohammed Al Mulhem mengatakan, kota itu telah berupaya mempertahankan kreativitas seni dan kerajinan rakyatnya di berbagai program. Ia juga menekankan pentingnya budaya dalam membangun kota untuk masa depan. Provinsi Al Ahsa dianggap sebagai tanah paling hijau dan paling subur di Kerajaan wilayah timur.
(Muhammad Saifullah )