nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simak! Ini 6 Tempat Ziarah Umat Islam di Rusia

Senin 24 Juni 2019 13:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 24 615 2070167 simak-ini-6-tempat-ziarah-umat-islam-di-rusia-boORy2ntKB.jpg Reruntuhan Bulgar Besar (Russia Beyond)

Meski hingga kini banyak yang masih menganggap Rusia sebagai negara berpaham komunis, ternyata negara ini memiliki banyak tempat ziarah bagi umat Islam.

Sejak berabad-abad silam umat Islam telah hidup berdampingan dengan para pemeluk Ortodoks. Lokasi ziarah bagi komunitas Muslim paling banyak berada di Bashkiria dan Tatarstan, dua wilayah yang bertetangga yang terletak di Pegunungan Ural Selatan dan daerah Volga.

Salah satu tempat ziarah di Rusia

(Foto: Russia Beyond)

Tempat-tempat tersebut menyimpan jejak peninggalan zaman pertengahan dari Kekaisaran Gerombolan Emas yang menyebarkan agama Islam kepada penduduk lokal. Daerah-daerah Republik Kaukasus Utara yang didominasi umat Islam juga merupakan tujuan penting untuk ziarah muslim. Seperti dilansir dari Russia Beyond, berikut sejumlah tempat ziarah umat Islam di Rusia:

1. Makam Hussein Bek dan Turukhan, Bashkiria

Sekitar 40 km dari Ufa, Ibu Kota Bashkiria, terdapat dua makam kuno dari abad ke-12 dan ke-14 yang masih terawat dengan baik yakni makam Akzirat dan monumen makam Turukhan.

Makam Akzirat yang berarti makam Muslim dalam bahasa Bashkiria merupakan makam yang dibangun pada abad ke-14 untuk Haji Hussein Bek. Beliau adalah imam pertama di kawasan yang sekarang menjadi Bashkiria.

Makam ini dianggap sebagai tempat ziarah muslim paling keramat di Rusia. Pembangunan makam Akzirat diperintahkan oleh Timurlang, penakluk masyhur dari Asia Tengah dan pendiri Dinasti Timurid yang tersohor.

Tak jauh dari makam Hussein Bek, terdapat beberapa nisan dengan tulisan Arab yang diyakini merupakan pekuburan para perwira perang Timurlang.

2. Mata Air Auliya, Bashkiria

Mata air Auliya hanya mengalir selama sekitar 30 hari di akhir Mei dan awal Juni. Mata Air Auliya (auliya berarti ‘suci’ dalam bahasa Bashkira) berada di Gunung Aushtau, Pegunungan Ural Selatan.

Mata air ini diyakini memiliki khasiat penyembuhan. Ada kepercayaan, mereka yang mandi di mata air Auliya dan mewadahi air sucinya dapat sembuh dari batu ginjal, penyakit pernapasan dan perut. Tak heran, puluhan ribu peziarah datang tempat ini setiap tahun.

Uniknya, mata air Auliya hanya mengalir selama sekitar 30 hari di akhir Mei dan awal Juni, dan konon mata air ini hanya akan berkhasiat setelah tanggal 15 Mei.

3. Derbent, Dagestan

Kota Derbent di Dagestan dianggap sebagai salah satu permukiman tertua yang masih ditempati. Kota itu memiliki dua tempat suci yang disakralkan terutama oleh muslim di Kaukasus Utara yakni pemakaman Tutibike dan Kyrkhlyar.

Pemakaman Tubitike dibangun antara 1787-1788 oleh penguasa Derbent dan Kuba, Fet-Ali-Khan untuk menghormati Tutibike, istri sekaligus pendampingnya dalam memerintah Derbent.

Menurut legenda, Tutibike adalah penguasa yang sangat bijak dan berani. Berkat jasa Tutibike, Derbent berhasil mengatasi pengepungan selama sembilan bulan.

 4. Benteng Kala Quraisy, Dagestan

Benteng Kala Quraisy merupakan situs masjid tertua di Rusia. Benteng Kala Quraisy diyakini ditemukan pada abad ke-7 masehi oleh keturunan Suku Quraisy, suku yang melahirkan Nabi Muhammad.

Bangunan tersebut merupakan gedung berbenteng pertama yang didirikan sebagai bagian dari penyebaran Islam di Kaukasus. Di sana terdapat pula sebuah ruangan makam kuno dan museum.

Benteng kuno Kala Quraisy berada 1.000 meter di atas permukaan laut. Kala Quraisy sering pula disebut Machu Picchu Dagestan karena terlihat seperti labirin batu berteras-teras di lereng gunung yang tinggi.

5. Makam Borga Kash, Ingushetia

Makam Borga Kash merupakan situs bersejarah berusia 600 tahun yang sangat penting, meski asal-usul pendirian makam masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah. Ada dugaan makam tersebut dibangun oleh Souve yang cantik jelita di atas makam kekasihnya.

Ada pula yang berkeras bahwa tempat itu merupakan peristirahatan terakhir seorang syekh Arab. Ketika sang syekh merasa kematiannya sudah dekat, ia pergi ke padang rumput dengan seekor unta.

Ia membiarkan sang unta berkeliaran bebas dan memutuskan untuk membangun makamnya di tempat unta itu berhenti. Sementara, para peneliti modern meyakini bahwa makam tersebut adalah makam gubernur setempat yang menjadi wakil Penguasa Turki Uzbek.

Hingga kini, situs makam Borga Kash masih terawat dengan baik. Tulisan-tulisan Arab masih tampak jelas di atas pintu masuknya.

6. Reruntuhan Bulgar Besar, Tatarstan

Di tepi Sungai Volga sekitar 140 km dari Kazan, Ibu Kota Tatarstan, terdapat reruntuhan Bulgar Besar, kota kuno yang legendaris. Kota ini adalah salah satu yang terbesar dalam Dinasti Gerombolan Emas pada zaman pertengahan.

 

Selain reruntuhan kuno, ada Desa Bolgary dan dinding sebuah masjid besar bermenara yang dibangun pada abad ke-13. Di seberang pintu masuk masjid terdapat Makam Utara yang merupakan makam bangsawan Bulgar dan di sebelah timur masjid berdiri Makam Timur yang diubah menjadi gereja Ortodoks pada abad ke-18. Saat ini, tempat tersebut menjadi salah satu tujuan ziarah penting bagi umat Islam di Rusia. (MTA)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini