Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makin Banyak yang Mengaku Tidak Religius, Orang Arab Mulai Tinggalkan Agama?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 25 Juni 2019 |09:34 WIB
Makin Banyak yang Mengaku Tidak Religius, Orang Arab Mulai Tinggalkan Agama?
Ilustrasi (Foto: Asiaone)
A
A
A

BANYAK orang yang mengatakan bahwa dirinya tidak religius. Hal ini juga terjadi pada banyak orang Arab yang terungkap dalam surveri terbesar. Survei ini dilakukan secara mendalam di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ini adalah salah satu dari sejumlah temuan tentang perasaan orang Arab akan berbagai masalah, dari hak-hak perempuan dan migrasi ke keamanan dan seksualitas. Lebih dari 25.000 orang di 10 negara dan wilayah Palestina diwawancarai untuk survei ini antara akhir 2018 dan musim semi 2019. Survei dilakukan jaringan riset Arab Barometer untuk BBC News Arab.

Berikut ini beberapa hasilnya.

 Grafik

Sejak 2013, jumlah orang di seluruh wilayah yang mengidentifikasi diri sebagai "tidak religius" meningkat dari 8% menjadi 13%. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok usia di bawah 30-an; 18% dari mereka mengidentifikasi diri sebagai tidak religius, menurut survei.

Hanya Yaman yang mengalami penurunan dalam kategori tersebut. Grafik menunjukkan bahwa kebanyakan orang berpikir perempuan sebagai kepala negara bisa diterima, tapi berpikir bahwa suami harus menjadi penentu dalam keputusan keluarga.

Kebanyakan orang di seluruh wilayah mendukung hak perempuan untuk menjadi perdana menteri atau presiden; kecuali Aljazair di mana kurang dari 50% dari mereka yang ditanyai setuju perempuan sebagai kepala negara bisa diterima.

Tapi dalam hal kehidupan domestik, kebanyakan - termasuk mayoritas perempuan - percaya bahwa suami harus selalu membuat keputusan akhir dalam keluarga. Hanya di Maroko kurang dari 50% populasi berpikir bahwa keputusan akhir harus selalu ada di tangan suami.

 Grafik

Penerimaan atas homoseksualitas bervariasi, tapi rendah atau sangat rendah di seluruh wilayah. Di Lebanon, meskipun menyandang reputasi lebih liberal secara sosial daripada tetangganya, angkanya 6%.

Pembunuhan demi kehormatan (honour killing) adalah pembunuhan anggota keluarga oleh kerabatnya sendiri untuk menyelamatkan nama baik keluarga. Biasanya korbannya adalah perempuan.

Setiap tempat yang disurvei menempatkan kebijakan Timur Tengah atau Arab Donald Trump sebagai yang terakhir ketika membandingkan para pemimpin negara asing ini. Sebaliknya, di tujuh dari 11 tempat yang disurvei, setengah atau lebih menyetujui pendekatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement