Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencegah dan Mengobati Serangan Jantung ala Rasulullah

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 12 Juli 2019 |12:05 WIB
Mencegah dan Mengobati Serangan Jantung ala Rasulullah
Nabi Muhammad pandai melakukan pengobatan (Foto: Istock)
A
A
A

3. Olahraga

Saran ini mungkin terdengar klise, tapi benarkah Anda melakukannya secara rutin?

Nah, olahraga masuk menjadi upaya penyembuhan serangan jantung, karena terbukti mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Rasulullah pun menyarankan melakukan olahraga secara rutin. Seperti saran Beliau ini, dianjurkan untuk berjalan ke masjid bukan dua atau tiga kali dalam seminggu, melainkan lima kali dalam sehari. Kadang, letak masjid itu berjarak 10 menit atau lebih dari tempat kediaman kita. Jalan bukannya termasuk dalam olahraga?

Bukhari dan Muslim meriwayatkan, Rasulullah bersabda, "Manusia yang paling besar pahalanya dalam solat adalah yang paling jauh jaraknya ke tempat solat itu."

Lebih lanjut, Ibnu Qayyim berkata, "Jika Rasulullah berjalan, dia berjalan dengan agak membungkuk. Dan beliau adalah orang yang paling cepat jalannya."

4. Menghentikan kebiasaan merokok

Rokok ini barang sederhana, tapi berdampak buruk pada tubuh manusia. Ahli medis dan peneliti telah banyak mengeluarkan fakta mengenai dampak dari rokok tersebut. Banyak juga ahli fikih yang mengharamkan rokok, sesuai dengan hadits Rasulullah, "Tidak ada bahaya dan tidak ada yang dibahayakan." (HR. Bukhari).

5. Menghindari depresi

Studi ilmiah banyak menjelaskan relasi antara depresi dengan sesak napas. Selain itu, banyak studi juga yang menjelaskan kalau orang yang sering marah lebih berisiko mengalami serangan jantung.

Terdapat hadis Rasulullah yang masyhur tentang larangan untuk marah. Suatu ketika, seorang laki-laki datang pada beliau untuk meminta nasihat, maka jawab beliau, "Jangan marah!" (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain, Rasulullah juga bersabda, "Jika salah seorang dari kalian marah dan dia sedang berdiri, maka hendaknya dia duduk. Jika amarahnya belum reda, maka hendaknya dia berbaring." (HR. Ahmad).

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement