nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencegah dan Mengobati Serangan Jantung ala Rasulullah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2019 12:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 12 614 2077985 mencegah-dan-mengobati-serangan-jantung-ala-rasulullah-n2u3z7LGIa.jpg Nabi Muhammad pandai melakukan pengobatan (Foto: Istock)

Penyakit jantung dan kardiovaskular kini semakin banyak dialami masyarakat modern. Pola hiudp tak sehat seperti makan sembarangan, peningkatan level stres, hingga kurangnya istirahat jadi pemicu masalah ini.

 Serangan jantung

(Foto: Medical News Today)

Jika bicara serangan jantung secara spesifik, tidak akan jauh-jauh dari saran pengurangan jumlah porsi makan dan semakin selektif dalam memilih menu makan. Level kolesterol yang terjaga dan berat badan yang ideal menjadi upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit mematikan yang satu ini.

Hal tersebut pun disarankan Rasulullah. Dalam buku 'Sains dan Alquran: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah' karya Dr Nadiah Thayyarah, Rasulullah menganjurkan, setiap manusia agar menjaga keseimbangan pola makan. Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Umar,

"Seorang laki-laki bersendawa di depan Rasulullah, Beliau lalu berkata, hentikan sendawa itu dari kami, karena orang yang paling banyak kenyang di dunia, dia akan menjadi orang yang paling lama laparnya di hari kiamat."

Lalu, Aisyah meriwayatkan, "Petaka pertama di tengah umat ini setelah zaman nabinya adalah kekenyangan. Ketika perut satu kaum kenyang, maka tubuh mereka akan gemuk, hati mereka akan lemah, dan syahwat mereka akan liar." (HR. Bukhari).

Lebih jelasnya lagi, Rasulullah pernah bersabda terkait penyakit ini secara spesifik. Nabi Muhammad pernah menjelaskan penyakit jantung ini dan berikut kalimatnya:

"Tidaklah anak Adam mengisi satu bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan sekadar untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak, maka buatlah perutnya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk napasnya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Bahkan, Allah SWT menghimpun ilmu kesehatan dan gizi dalam satu ayat yeng terdiri dari tiga kalimat saja. Dia berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ

Artinya, "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan." (Al A'raf: 31).

Saran Rasulullah menyembuhkan serangan jantung

Tidak hanya mencegah serangan jantung, ternyata Rasulullah juga punya rahasia menyembuhkan serangan jantung. Apa yang Beliau sampaikan ini sangat sederhana dan jika benar diterapkan, Insya Allah penyakit itu akan sembuh.

Lalu, apa saja upaya penyembuhan menurut Rasulullah?

1. Mengonsumsi minyak zaitun

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengonsumsi minyak zaitun dengan maksud menurunkan kadar kolestrol dalam tubuhnya. Beliau bersabda, "Makanlah zaitun dan lumurilah dirimu dengannya, karena dia berasal dari pohon yang diberkati." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Bahkan, Zaitun merupakan buah yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran yaitu dalam firman-Nya:

۞ اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya, "Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (An-Nur: 35).

2. Mengonsumsi ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti selalu memerintahkan rakyat untuk mengonsumsi ikan. Hewan yang satu ini memberi banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Dan hal terebut sejalan dengan saran Rasulullah. Nabi Muhammad SAW pernah menyinggung masalah ikan, Beliau bersabda, "Makanan pertama ahli surga adalah minyak hati ikan paus." (HR. Muslim).

3. Olahraga

Saran ini mungkin terdengar klise, tapi benarkah Anda melakukannya secara rutin?

Nah, olahraga masuk menjadi upaya penyembuhan serangan jantung, karena terbukti mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Rasulullah pun menyarankan melakukan olahraga secara rutin. Seperti saran Beliau ini, dianjurkan untuk berjalan ke masjid bukan dua atau tiga kali dalam seminggu, melainkan lima kali dalam sehari. Kadang, letak masjid itu berjarak 10 menit atau lebih dari tempat kediaman kita. Jalan bukannya termasuk dalam olahraga?

Bukhari dan Muslim meriwayatkan, Rasulullah bersabda, "Manusia yang paling besar pahalanya dalam solat adalah yang paling jauh jaraknya ke tempat solat itu."

Lebih lanjut, Ibnu Qayyim berkata, "Jika Rasulullah berjalan, dia berjalan dengan agak membungkuk. Dan beliau adalah orang yang paling cepat jalannya."

4. Menghentikan kebiasaan merokok

Rokok ini barang sederhana, tapi berdampak buruk pada tubuh manusia. Ahli medis dan peneliti telah banyak mengeluarkan fakta mengenai dampak dari rokok tersebut. Banyak juga ahli fikih yang mengharamkan rokok, sesuai dengan hadits Rasulullah, "Tidak ada bahaya dan tidak ada yang dibahayakan." (HR. Bukhari).

5. Menghindari depresi

Studi ilmiah banyak menjelaskan relasi antara depresi dengan sesak napas. Selain itu, banyak studi juga yang menjelaskan kalau orang yang sering marah lebih berisiko mengalami serangan jantung.

Terdapat hadis Rasulullah yang masyhur tentang larangan untuk marah. Suatu ketika, seorang laki-laki datang pada beliau untuk meminta nasihat, maka jawab beliau, "Jangan marah!" (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain, Rasulullah juga bersabda, "Jika salah seorang dari kalian marah dan dia sedang berdiri, maka hendaknya dia duduk. Jika amarahnya belum reda, maka hendaknya dia berbaring." (HR. Ahmad).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini