Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sosok Zainab binti Jahsy, Istri Nabi Muhammad yang Paling Panjang Tangannya

Ayu Dita Rahmadhani , Jurnalis-Kamis, 18 Juli 2019 |10:13 WIB
Sosok Zainab binti Jahsy, Istri Nabi Muhammad yang Paling Panjang Tangannya
Mengulurkan Tangan (Foto: Pixabay)
A
A
A

Setiap wanita tentunya ingin menjadi istri solehah dambaan dan idaman suaminya. Lantas, setiap Muslimah patut untuk meneladani para Ummul Mukminin, sebutan bagi istri-istri Nabi Muhammad yang memunyai kemuliaan dan keutamaan masing-masing.

Salah Ummul Mukminin adalah Zainab binti Jahsy bin Ri`ab al-Asadiyyah atau lebih dikenal dengan Zainab binti Jahsy, istri Nabi Muhammad yang gemar bersedekah hingga akhir hayatnya.

Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy r.a. merupakan wanita bangsawan di tengah kaumnya. Beliau lahir 33 tahun sebelum hijrah dan wafat pada tahun 21 H. Zainab merupakan keturunan Bani Asad bin Khuzaimah al-Mudhariyyin dan cucu Abdul Muthalib bin Hasyim.

Ibunya adalah bibi Nabi SAW, yang bernama Umaimah binti Abdul Muthalib. Dengan demikian, dari sisi nasab, Rasulullah dan Zainab binti Jahsy adalah sepupu. Sebelum menikah dengan Rasulullah, nama Zainab adalah Barrah. Ketika Rasulullah menikahinya, beliau memberi nama Zainab.

Pernikahan Zainab dengan Rasulullah SAW telah melahirkan kegemparan besar di tengah-tengah penduduk Madinah al Munawwarah dan di kalangan para sahabat Rasulullah. Pasalnya sebelum itu, Zainab telah diceraikan oleh Zaid bin Haritsah, suami yang Zainab dan keluarganya sendiri tidak ingin untuk menikah dengannya.

Dilansir Okezone dari Buku Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam dan Kisah Muslim, Zaid bin Haritsah r.a. merupakan anak angkat dari Rasulullah SAW. Sebelumnya, Zaid adalah budak milik Khadijah. Kemudian dihadiahkan kepada Rasulullah, dan beliau membebaskannya.

Zaid bin Haritsah adalah seorang pemuda yang haus akan ilmu dan hikmah dari sumbernya yang paling jernih, Muhammad SAW. Tidak ada pemuda yang lebih baik dari Zaid dalam hal agama. Karena telah cukup usia, Nabi mencarikan seorang yang pantas untuk anak angkatnya ini.

Beliau temui Zainab binti Jahsy r.a., kemudian meminangnya dan mengatakan kepada Zainab, "Aku meridhainya untukmu." Namun Zainab menjawab, “Wahai Rasulullah, tapi aku tidak tertarik menikah dengannya.” Rasulullah kemudian berkata, “Tidak, menikahlah dengannya.”

Mendengar ucapan Nabi Muhammad, Zainab bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah Anda memerintahkanku?”

Saat itulah kemudian turun firman Allah SWT

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36).



Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement