nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingat Kalau Ngopi Itu Enak! Cara Gus Baha Ajak Orang Bersyukur

Intan Afika, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 05:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 24 330 2083052 ingat-kalau-ngopi-itu-enak-cara-gus-baha-ajak-orang-bersyukur-GfCLKQxgzX.jpg Kopi itu enak (Foto: Joy Turner)

Dalam kehidupan di dunia, Allah akan selalu menguji kita dengan dua cara yaitu dengan kesenangan dan kesusahan. Saat Anda merasakan kesenangan, diharapkan untuk selalu bersyukur.

 Sabar dan doa jadi penolong

Begitu juga saat merasakan kesusahan. Anda harus tetap bersyukur sehingga kesusahan dan musibah yang menimpa Anda bisa berubah menjadi nikmat dan anugerah. Maka ingatlah bahwa setelah kesulitan datang, kesenangan pun akan datang.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Alam Nasyrah : 5 – 6).

Dalam sebuah video di Instagram , Ulama Muda NU, Kiai Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab dipanggil Gus Baha mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur atas segala nikmat dari Allah SWT.

Ketika itu seseorang yang sedang dalam kondisi frustasi datang kepada Gus Baha. Orang tersebut bercerita kepada Gus Baha bahwa ia sedang dililit utang, lalu anak serta istrinya pergi meninggalkannya.

Gus Baha menjawabnya dengan mengatakan hal-hal yang orang tersebut sukai. Ia mengatakan kepada orang tersebut agar terus mengingat nikmat-nikmat yang diberikan Allah dan melupakan perihal sedih mengenai kepergian istrinya.

"Saya beri kopi, 'kamu masih merasakan minum kopi enak?' 'Enak Gus'. 'Wah ini cocok', 'Wah berarti Anda masih normal, bagus.''Anda masih suka merokok ya?''ya sudah ngerokok'. 'Masih nikmat ngerokoknya?' 'masih' Bagus," ujarnya.

"Masih ingat nikmatnya Allah. Ya sudah itu saja, pokoknya anda ingat kalau ngopi itu enak, ngerokok itu enak, sudah pokoknya Anda harus ingat terus rahmatnya Allah. Tidak usah ingat istri minggat," lanjutnya.

Sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

"Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?" (Q.S Fatir: 3).

Selain mengingatkan akan hal-hal yang masih nikmat dilakukan, Gus Baha juga mengatakan kepada orang tersebut untuk menghargai keputusan sang istri dan harus bersabar. Sebab mungkin keputusan sang istri memang tepat dan seharusnya sebagai suami harus bangga akan hal itu.

"Anggap saja istri Anda itu cerdas. Menghindari kebangkrutan ke yang lebih baik. Anda harus bangga. Ikut Anda tidak bahagia kan? 'tidak.' Kalau ikut orangtuanya bahagia? 'iya.' Berarti istrimu rasional. Bagus, kamu harus bangga punya istri rasional. Jadi istrimu punya pilihan yang tepat, seharusnya kamu bangga. Belum kamu ceraikan kan? belum. Ya sudah hargai cerdasnya istrimu. Pilihannya kamu hargai, lalu mulai bersabar," ucapnya.

Setelah Okezone rangkum dari berbagai sumber, Rabu (24/7/2019), ternyata terdapat keutamaan bagi orang yang bersyukur saat mendapatkan kesenangan dan bersabar saat dalam kesusahan, yakni merupakan penyempurna keimanan seorang hamba.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya“[ HR.Muslim no. 2999].

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Iman itu terbagi menjadi dua bagian; sebagiannya (adalah) sabar dan sebagian (lainnya adalah) syukur”.

Dalam Al-Qur’an, Allah memuji secara khusus hamba-hamba-Nya yang memiliki dua sifat ini sebagai orang-orang yang bisa mengambil pelajaran ketika menyaksikan tanda-tanda kemahakuasaan Allah. Allah berfirman:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).

Bahkan zaman dulu ada seorang wali Allah bernama Abdurrahman Bajalhaban. Beliau diangkat menjadi wali Allah karena kesabarannya menghadapi istri yang cerewet dan keras kepala. Rupanya besabar terhadap istri mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini