nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Olimpiade 2020, Sejumlah Restoran Jepang Bikin Festival Makanan Halal

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 17:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 30 614 2085447 jelang-olimpiade-2020-sejumlah-restoran-jepang-bikin-festival-makanan-halal-xx4LdEHR28.jpeg Festival makanan halal di Jepang (Foto: About Islam)

DALAM persiapan untuk Olimpiade 2020, sebuah restoran di Tokyo mengadakan acara makanan halal untuk mengakomodasi ribuan atlet Muslim dan turis yang akan datang di acara olahraga terbesar di dunia, Sports Inquirer melaporkan pada 24 Juli yang dilansir dari AboutIslam, Selasa (30/7/2019).

“Kami berharap bahwa orang-orang dari seluruh dunia akan menikmati makanan mereka dan bebas dari kecemasan saat tinggal di Jepang,” harap Yasuaki Takeda, 42, perwakilan dari restoran Gran-Eat Ginza. Acara, yang akan berlanjut hingga 4 Agustus nanti, menyajikan beberapa hidangan seperti dada ayam panggang dan bersertifikat halal serta mi panas wijen Szechuan dengan bahan-bahan berbasis kedelai.

Makanan tersebut diusulkan oleh Shintaro Ikeda, 38, seorang mantan pemain bulutangkis Olimpiade yang juga merupakan anggota dari 'Kelompok Penasihat Strategi Pangan' yang didirikan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Olimpiade Musim Panas mendatang akan berlangsung tahun depan antara 24 Juli dan 9 Agustus ketika lebih dari 50 negara Muslim akan berpartisipasi dan juga ratusan atlet Muslim dari negara lain.

 moslem makan

Muslim di Jepang

Secara historis, catatan Muslim paling awal di Jepang dapat ditemukan dalam karya-karya kartografer Muslim Ibnu Khordadbeh. Pada tahun 2010, Pusat Penelitian Pew memperkirakan ada 185.000 Muslim di Jepang. Secara umum, 55,8% orang Jepang percaya pada Shinto sementara 34,9% menganut agama Buddha. Semakin meningkat jumlah muslim di Jepang, maka tak heran jika kebutuhan makanan halal pun demikian.

Restoran halal di Jepang

Yang menarik, 'Gran-Eat Ginza' bukan satu-satunya restoran Jepang yang menunjukkan ketertarikannya untuk menyajikan makanan halal karena ada beberapa restoran yang telah bersiap untuk menyambut wisatawan Muslim.

Pada bulan Maret 2018, telah terjadi kerja sama antara Liga Dunia Muslim (MWL) dan Asosiasi Bisnis Halal Jepang (JHA) ketika kedua pihak telah menandatangani perjanjian untuk mengatur dan mensertifikasi makanan halal di Jepang.

Ini diikuti pada bulan September 2018 ketika JHA, sekarang menjadi asosiasi besar dalam membantu perusahaan mengembangkan dan mengekspor produk yang cocok untuk Muslim, mengadakan lokakarya untuk koki Jepang di kota Shizuoka tentang menyiapkan masakan halal.

Wisata halal di Jepang

Istilah halal umumnya digunakan untuk daging, tetapi juga berlaku untuk produk makanan lain, kosmetik, produk perawatan pribadi, dan obat-obatan yang tidak boleh berasal dari sumber non-halal seperti daging babi.

Halal juga berlaku untuk bahan-bahan lain yang dikonsumsi dan dimakan yang tidak boleh membahayakan kesehatan manusia. Misalnya, Islam menganggap anggur, minuman beralkohol, rokok, E-cigs, hookah, dan hal-hal tidak sehat lainnya sebagai halal.

Dalam beberapa tahun sebelumnya dan karena meningkatnya jumlah wisatawan Muslim yang mengunjungi Jepang selain untuk Olimpiade Tokyo 2020, beberapa sektor Jepang telah menjadi lebih ramah kepada pengunjung Muslim.

Kampanye ini, yang didorong oleh otoritas pariwisata pemerintah, termasuk membangun masjid keliling, ruang sholat di beberapa hotel, toko kosmetik halal, serta fasilitas ramah Muslim di situs wisata utama seperti Gunung Fuji.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini