Menjelang Hari Raya Idul Adha pada Agustus mendatang, mulai banyak bermunculan imbauan dan seruan mengenai pendistribusian hewan kurban.

Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia meminta agar distribusi hewan kurban sebaiknya menggunakan bahan ramah lingkungan seperti besek bambu.
Imbauan tersebut tertuang dalam Seruan Gubernur (Sergub) DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pemotongan Hewan Kurban Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha 1440 H/2019, yang berbunyi, "Tidak menggunakan kantong plastik hitam atau kantong plastik sekali pakai sebagai wadah daging kurban. Menggunakan alternatif pembungkus daging ramah lingkungan."
Seperti yang kita ketahui, saat Hari Raya Idul Adha, konsumsi penggunaan kantong plastik selalu meningkat. Hal tersebut dikarenakan kantong plastik menjadi sarana paling praktis untuk mendistribusikan hewan kurban.
Dobrakan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta ini juga layak untuk diterapkan di daerah lain, mengingat plastik adalah bahan yang sulit terurai dan tidak bisa didaur ulang. Bahkan sampah plastik masih menjadi permasalahan besar di Indonesia masupun di dunia.
Sejalan dengan Pemrov DKI Jakarta, Inisiasi substitusi plastik pembungkus daging kurban dengan wadah yang ramah lingkungan seperti dengan besek bambu, keranjang, daun jati, daun pisang atau sejenisnya, ternyata juga dilakukan oleh Dompet Dhuafa.
Tahun lalu Dompet Dhuafa juga melakukan pembagian 50 hewan kurban dengan menggunakan besek bambu ke masyarakat Zona Madina, Parung. Masyarakat terlihat Antusias dan perangkat desa mengapresiasi terhadap proses kurban tanpa adanya sampah plastik.
Selain mengurangi limbah plastik, dan bisa menjaga lingkungan, penggunaan besek pun juga akan menambah penguatan sektor ekonomi. Diharapkan penggunaan besek bambu ini membawa manfaat bagi petani bambu dan pengrajin besek di berbagai wilayah di Indonesia.
(Dyah Ratna Meta Novia)