nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Kata-Kata yang Tak Boleh Diucapkan Istri pada Suami saat Marah!

Intan Afika, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 14:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 02 330 2086854 ini-kata-kata-yang-tak-boleh-diucapkan-istri-pada-suami-saat-marah-SpQiUhAcw9.jpg Istri saat marah (Foto: Parhlo)

Hubungan rumah tangga tidak hanya dihiasai dengan kebahagiaan dan suka cita saja. Setiap keluarga tentu pernah mengalami permasalahan yang menyebabkan keduanya bertengkar. Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini terjadi, salah satunya adalah selisih paham.

 Suami wajib bersikap baik pada istri

Ketika bertengkar, banyak pasangan yang tidak mampu mengontrol emosi dan kata-katanya. Mereka lebih mengedepankan ego masing-masing dibanding hubungan itu sendiri. Terkait hal itu, ternyata ada kata-kata yang harus dihindari ketika sepasang kekasih sedang bertengkar.

Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @sejutasunnah pada Rabu (31/7/2019), Dai Kondang, Ustadz Salim A Fillah mengatakan, ada kata-kata yang harus istri hindari ketika sedang marah. Salah satunya adalah, “Kamu tidak pernah membahagiakanku selama ini." Kata-kata itu tidak diperkenankan oleh Rasulullah SAW karena bisa menyakiti perasaan sang suami.

"Yang diperingatkan Rasulullah SAW, se-moody-moody-nya, seemosional-emosionalnya wanita tolong hindari kalimat seperti ini semisal, suaminya itu baik, dia berbuat baik, berbuat baik, berbuat baik terus sekian waktu. Lalu suatu saat bersalah. Jangan sampai kata Nabi, istri mengatakan 'Kamu itu semenjak dulu belum berbuat baik sedikitpun sama aku!' itu kalimat yang tidak diperkenankan oleh Rasulullah SAW," ucap Ustadz Salim A. Fillah

"Makanya kalau ada kadang suami itu merasa berat karena istrinya itu marah historis. Maksudnya gimana? dia itu kalau memarahi saya karena satu kesalahan saya saat itu bisa-bisa menyebutkan semua kesalahan saya semenjak awal pernikahan. Itu berat banget untuk lelaki," terang Ustadz Salim A. Fillah.

Ucapan seperti itu merupakan bentuk pengingkaran atas kebaikan yang dilakukan oleh pasangan hidup. Wanita yang mengucapkan kalimat ini ketika bertengkar, bisa menyebabkan mereka menjadi penghuni neraka. Rasulullah SAW bersabda:

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu dihimpun dari berbagai sumber, ungkapan lain yang harus dihindari oleh pasangan adalah kata-kata yang bernada ancaman. Hal ini tidak boleh dilakukan karena akan mengakibatkan tersulutnya emosi dan kemarahan satu sama lain.

Tidak hanya itu, ungkapan yang bernada ancaman juga dapat memberikan kekhawatiran tersendiri bagi pasangan. Contohnya ucapan mengusir istri bila mengulangi kesalahan tersebut. Dan ucapan yang lebih berbahaya lagi adalah ketika pasangan menggunakan kata 'cerai'.

Rasulullah SAW mengingatkan, mengenai kata-kata cerai ini. Beliau bersabda, “Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak, dan rujuk.”(HR. Abu Daud)

Imam Nawawi menjelaskan, “Orang yang mentalak dalam keadaan ridha, marah, serius maupun bercanda, talaknya tetap jatuh.”

Sebagian orang mengira bahwa dengan marah, dirinya tampak lebih berwibawa. Tentu saja ini keliru, sebab pemarah tidak akan disukai siapa pun. Mereka akan menghindari orang yang pemarah karena takut disakiti.

Rasulullah SAW bersabda, “Manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah manusia yang dijauhi karena perangai jahatnya.”

Karena itu, bagi siapapun yang merasa dirinya cepat marah, selayaknya menyadari bahwa kewibawaan seseorang tidak didapatkan dengan watak cepat marah. Abu Hurairah ra melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kuat bukan diukur dengan bertarung. Orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW mengingatkan, mengenai kata-kata cerai ini. Beliau bersabda, “Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak, dan rujuk.”(HR. Abu Daud)

Imam Nawawi menjelaskan, “Orang yang mentalak dalam keadaan ridha, marah, serius maupun bercanda, talaknya tetap jatuh.”

Sebagian orang mengira bahwa dengan marah, dirinya tampak lebih berwibawa. Tentu saja ini keliru, sebab pemarah tidak akan disukai siapa pun. Mereka akan menghindari orang yang pemarah karena takut disakiti.

Rasulullah SAW bersabda, “Manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah manusia yang dijauhi karena perangai jahatnya.”

Karena itu, bagi siapapun yang merasa dirinya cepat marah, selayaknya menyadari bahwa kewibawaan seseorang tidak didapatkan dengan watak cepat marah. Abu Hurairah ra melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kuat bukan diukur dengan bertarung. Orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

1
3

Berita Terkait

Serba-serbi Muslim

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini