Laksanakan Salat Subuh Berjamaah, Bisa Terbebas dari Api Neraka!

Intan Afika, Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 04 614 2087634 laksanakan-salat-subuh-berjamaah-bisa-terbebas-dari-api-neraka-z8DYJwWtxu.jpg Salat Subuh berjamaah di masjid (Foto: Muslim Life Hacker)

Salah satu salat yang berat dilaksanakan bagi sebagian besar kaum Muslim, khususnya para kaum adam ini, adalah salat Subuh secara berjamaah. Padahal, bila melihat kepada keutamaannya, justru salat Subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa.

 Salat berjamaah

Dalam sebuah video, Dai kondang, Ustadz Hanan Attaki mengatakan, dengan melaksanakan salat Subuh berjamaah, umat Islam bisa dibebaskan dari api neraka. Bahkan jika pada hari itu umat Muslim meninggal, Allah menjamin akan dibebaskan dari api neraka dan apabila pada hari itu mereka belum meninggal, Allah menjamin akan mencukupi kebutuhannya.

"Kalau kita pengin merasa tenang, nyaman, enggak khawatir, carilah jaminan Allah SWT. Salah satu jaminan Allah itu ada di dalam salat Subuh berjamaah. Kata Nabi siapa yang salat Subuh berjamaah, kalau laki-laki di masjid, kalau perempuan boleh di masjid boleh di rumah. Tapi tepat waktu begitu selesai adzan dia salat, maka fahuwa fi dzimatillah. Dia dalam Dzimmahnya Allah. Dzimah itu artinya jaminan, kalau hari itu dia meninggal dia dijamin enggak akan masuk neraka," terang Ustadz Hanan Attaki pada sebuah video yang diunggah pada Sabtu (3/8/2019).

"Kalau kita itu pengin hidup kita itu terjamin, udah gampang salat subuh aja berjamaah. Hari itu kalau kita meninggal, tenang enggak usah khawatir, aduh saya belum siap meninggal, udah siap kalau kita udah salat Subuh berjamaah. Kita meninggal hari itu, udah siap. Tapi dosa saya banyak, Allah jamin dibebaskan dari api neraka. Kalau hari itu kita belum meninggal, Allah jamin hari itu akan Allah pelihara akan Allah cukupkan segala kebutuhan hidupnya," lanjutnya.

Hal itu serupa dengan hadist riwayat Muslim, sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang salat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 16)

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan salat sebelum terbitnya matahari (yaitu salat shubuh) dan salat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu salat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

Selain itu, hadist lain mengatakan bahwa pahala salat Subuh berjamaah sama dengan pahala melakukan salat malam sepanjang waktu malam. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَن صلى العشاء في جماعة، فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه

“Barang siapa yang melakukan salat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat setengah malam. Barang siapa yang melakukan salat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat malam sepanjang waktu malam itu.” (HR. Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa pahala salat Subuh berjamaah sama dengan pahala haji dan umrah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَن صلى الغداة في جماعة، ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين، كانت له كأجر حجة وعمرة تامة، تامة، تامة

“Barang siapa yang salat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Disampaikan pula bahwa mereka yang menjaga salat Subuh dan Ashar, dijanjikan kelak di surga akan melihat Allah SWT. Seperti yang tersirat dalam hadist Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

"Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata, ''Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan salat sebelum terbit matahari dan salat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah." (HR Al Bukhari dan Muslim).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini