Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polemik Doa Habib Rizieq di Pemakaman Mbah Moen

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 09 Agustus 2019 |15:21 WIB
Polemik Doa Habib Rizieq di Pemakaman Mbah Moen
A
A
A

HEBOH di media sosial bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) memimpin doa ketika KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dimakamkan di Pemakaman Al Ma'la, Makkah. Namun hal ini dibantah oleh Duta Besar Indonesia (Dubes) untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegrebiel.

"Tanpa aba-aba, Habib HRS membacakan doa dengan suara keras di tengah kerumunan jemaah. Setelah itu baru saya bisa masuk ke kerumunan bersama Bapak Menteri Agama, dan kemudian kita berdoa bersama-sama untuk Mbah Moen dan Pak Menag berpesan kepada kita untuk selalu meneladani Mbah Moen," kata Agus Maftuh kepada Okezone.

Mbah Maimoen Zubair

Agus Maftuh menjelaskan, dia ikut memanggul keranda jenazah Mbah Moen bersama para santri Mbah Moen, yaitu Muhlisin dan KH Syarif Rahmat di bagian depan, tiba-tiba ada yang membaca talqin dengan suara keras.

"Mendekati liang pemakaman banyak jamaah berebut untuk menyentuh keranda dan saya terlempar ke arah kiri dan Kyai Syarif terlempar ke kanan. Terjadi saling rebut keranda jenazah, sebelum jenazah dimasukkan ke liang pemakaman. Nah, setelah selesai pemakaman, saya lihat ada orang yang membacakan talqin tanpa diminta," katanya.

Masih kata Agus, dalam tradisi NU jika ada kiai besar wafat jarang dibacakan talqin, karena ada adabnya tersendiri. Yaitu, diutamakan membaca taqlin dipimpin oleh kyai yang dituakan.

"Kalau ada Kyai besar wafat jarang ditalqin, dan kalaupun ditalqin harus dilakukan oleh seorang kyai yang selevel. Sebenarnya ini sangat tidak etis, kewanen (terlalu berani) dan su’ul adab (tak etis), apalagi talqinnya model "reguler"," ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement