nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apakah Ada Pahala bagi Orang yang Memberikan Utang?

Yunita, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 04:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 12 614 2091043 apakah-ada-pahala-bagi-orang-yang-memberikan-utang-OE90y8kiWW.jpg Memberikan utang kepada orang (Foto: Okezone)

Setiap orang tentu memiliki porsi rezekinya sendiri-sendiri. Namun kadang seseorang terpaksa utang karena dalam kondisi terdesak.

 Memberi utang

Lalu orang tersebut utang kepada temannya untuk menutupi kebutuhan yang mendesak tersebut. Utang adalah meminjam sesuatu seperti uang kepada seseorang dengan perjanjian ia akan mengembalikan sesuatu yang diterimanya dalam jangka waktu yang disepakati.

Dalam fikih Islam, utang piutang atau pinjam meminjam telah dikenal dengan istilah Al-Qardh. Makna Al-Qardh secara etimologi (bahasa) ialah Al-Qath’u yang berarti memotong.

Harta yang diserahkan kepada orang yang berutang disebut Al-Qardh, karena merupakan potongan dari harta orang yang memberikan utang.

Orang yang berutang hendaknya ia segera melunasi utangnya, mungkin tatkala ia telah memiliki kemampuan untuk mengembalikan utangnya itu. Sebab orang yang menunda-menunda pelunasan utang padahal ia telah mampu, maka ia tergolong orang yang berbuat zalim.

Sebagaimana hadits berikut: عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَطْلُ الْغَنِىِّ ظُلْمٌ ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِىٍّ فَلْيَتْبَعْ »

Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Memperlambat pembayaran utang yang dilakukan oleh orang kaya merupakan perbuatan zalim. Jika salah seorang kamu dialihkan kepada orang yang mudah membayar utang, maka hendaklah beralih (diterima pengalihan tersebut)”.(HR. Bukhari Muslim).

Dilansir dari Instagram @Tausiyahku_,Senin (12/8/2019) Ustadz Salim A.Fillah mengatakan, "Lebih besar daripada ngasih sedekah. Memberi utang itu ada dua pahala, kalau sedekah pahalanya cuman satu. Kenapa pahala memberi pinjaman itu dua kali lipat. Kadang-kadang yang mau nagih itu lebih gak enak daripada yang ditagih. Kadang-kadang yang ditagih lebih galak daripada yang nagih," ujarnya.

Sementera itu, menurut Ustadz Fauzan Amin, Islam memerintahkan melakukan pencatatan yang baik dalam tiap transaksi utang piutang

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah (utang piutang) tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan adil (benar)

(QS. al-Baqarah: 282)

Islam memerintahkan kepada orang yang memberikan utang, supaya memberi penundaan waktu pembayaran, ketika orang yang berutang mengalami kesulitan pelunasan.

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Jika (orang yang berhutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.

Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu,jika kamu mengetahui.

(QS. al-Baqarah: 280)

Jika betul-betul tidak kuat bayar hutang maka di anjurkan kepada pemberi utang memberi kesempatan penundaan hutang pada waktu yg di tentukan.

Nabi SAW bersabda,

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ، وَمَنْ أَنْظَرَهُ بَعْدَ حِلِّهِ كَانَ لَهُ مِثْلُهُ، فِي كُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ

Siapa yang memberi tunda orang yang kesulitan, maka dia mendapatkan pahala sedekah setiap harinya. Dan siapa yang memberi tunda kepadanya setelah jatuh tempo maka dia mendapat pahala sedekah seperti utang yang diberikan setiap harinya.

(HR. Ahmad 23046, Ibnu Majah 2418 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini