nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Memotong Kuku di Hari Jumat Termasuk Sunah Nabi?

Yunita, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 09:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 614 2092610 benarkah-memotong-kuku-di-hari-jumat-termasuk-sunah-nabi-j4R5O9cEp1.jpg Potong kuku (Foto : Wikihow)

Entah mengapa soal kebersihan kuku menjadi hal paling disepelekan banyak orang. Beberapa orang malas membersihkan atau memotong kuku. 

Padahal, memotong kuku adalah fitrah manusia. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( الْفِطْرَةُ خَمْسٌ : الْخِتَانُ ، وَالِاسْتِحْدَادُ ، وَقَصُّ الشَّارِبِ ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ ، وَنَتْفُ الْآبَاطِ )

رواه البخاري ومسلم

“Abu hurairoh berkata,

"Saya mendengar nabi bersabda perkara fitrah ada lima, berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak" (H.R Al-Bukhari : 5891 dan Muslim : 257).

Potong Kuku

Tetapi ada hadis mursal, Riwayat dari Abu Ja’far Al-Baqir

كَانَ رسول الله صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبّ ان يأخذ مِنْ أَظْفَارِهِ وَشَارِبِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyenangi memotong kuku dan kumis pada hari Jumat.” “Tapi, hadits ini merupakan salah satu riwayat mursal dan termasuk hadits dhaif (lemah),” paparnya.

Namun, diriwayatkan bahwa sebagian sahabat dan tabi’in mempunyai kebiasaan memotong kuku di hari Jumat.

Tabi'in dalam bahasa Arab har yaitu pengiku yang artinya adalah orang Islam awal yang masa hidupnya setelah para Sahabat Nabi dan tidak mengalami masa hidup Nabi Muhammad. Usianya tentu saja lebih muda dari Sahabat Nabi.

Imam Baihaqi meriwayatkan dari Nafi:

أن عبد الله بن عمر كان يقلم أظفاره ويقص شاربه في كل جمعة

“Dahulu Abdullah bin Umar biasa memotong kuku dan memendekkan kumisnya setiap hari Jumat.” (As-Sunan al-Kubro, 3/244)

memotong kuku

Al-Hafidz Ibnu Rajab menukilkan di dalam Fathul Bari (5/359) dari Rasyid bin Sa’ad, beliau berkata:

كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم يقولون: من اغتسل يوم الجمعة، واستاك، وقلم أظفاره، فقد أوجب

Dahulu para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa allam berkata:

”Barang siapa yang mandi di hari Jumat, bersiwak, dan memotong kuku-kukunya, maka dia pantas mendapatkan pahala”.

Diriwayatkan juga dari ulama salaf dalam bab ini bahwa para ahli fiqih dari kalangan madzhab Syafi’i dan Hanbali berpendapat tentang dianjurkannya memotong kuku setiap hari Jumat.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:

وقد نص الشافعي والأصحاب رحمهم الله على أنه يستحب تقليم الأظفار والأخذ من هذه الشعور يوم الجمعة

“Imam Syafi’i dan para ulama yang bermadzhab Syafi’i -rahimahumullah- dengan tegas (secara nash) berpendapat akan dianjurkannya memotong kuku dan memotong rambut-rambut ini di hari Jumat.” (Al-Maj’mu, 1/340).

Di sisi lain, sebagian ulama memberikan kelonggaran dalam menentukan hari memotong kuku. Seseorang disyariatkan untuk memotong kuku kapan pun dia membutuhkan. Hanya saja, tidak boleh dibiarkan sampai melebihi 40 hari.

Ini adalah pendapat Imam An-Nawawi dan Al-Hafizh Ibnu Hajar. Dasarnya adalah hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu.

Beliau mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari,” (HR. Muslim, Abu Daud, dan an-Nasa’i).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini