Dia, meminjam adagium Ki Hajar Dewantara, berhamba kepada sang anak.
Dalam naungan taufik dan pangestu Ilahi, dia membimbing umat agar tak salah langkah, agar hidup mulia dunia akhirat.
"Semoga kita dipertemukan dengan guru-guru yang ikhlas," ujar Lev Widodo.