nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabar Gembira untuk Jemaah Umrah, Arab Saudi Hapus Biaya Visa Rp 7,6 Juta

Rabu 11 September 2019 12:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 11 614 2103387 kabar-gembira-untuk-jemaah-umrah-arab-saudi-hapus-biaya-visa-rp-7-6-juta-afQgScqy3j.jpg Visa umrah progresif dihapuskan (Foto: Saudi Tourism)

Selama ini Arab Saudi memberlakukan visa progresif bagi jamaah umrah. Artinya jamaah yang akan melakukan umrah untuk kedua kalinya atau lebih pada tahun yang sama dikenakan biaya tambahan untuk visa sebesar 2000 Riyal atau sekira Rp 7,6 juta.

 Jamaah umrah tiba di Arab Saudi

Namun Pemerintah Saudi baru saja mengumumkan aturan baru tentang penghapusan visa progresif. Artinya jamaah umrah tak perlu membayar biaya Rp 7,6 juta untuk mendapatkan visa umrah kedua kalinya dan seterusnya.

Pemerintah Arab Saudi hanya memberlakukan biaya pengajuan visa umrah dalam bentuk Government Fee sebesar 300 Riyal atau sekira Rp 1.122.600.

Arab Saudi segera menyatukan harga untuk visa haji, visa umrah, dan visa kunjungan. Semuanya hanya akan dikenakan Government Fee sebesar 300 Riyal atau sekira Rp 1.122.600.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh Benten berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammed Bin Salman karena merestrukturisasi visa haji, umrah, dan kunjungan. Termasuk membatalkan biaya visa progresif sebesar Rp 7,6 juta.

Seperti dilansir Saudi Gazette, Benten mengatakan, keputusan tersebut menunjukkan perhatian Kerajaan Saudi terhadap kehadiran umat Islam dari seluruh dunia ke Makkah untuk melakukan ibadah haji dan umrah.

"Keputusan itu mendukung upaya untuk mencapai salah satu tujuan utama Kerajaan yakni Visi 2030 untuk menerima 30 juta jamaah umrah pada tahun 2030," tambah Benten.

Konjen RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin mengonfirmasi, Pemerintah Arab Saudi telah mencabut aturan visa progresif untuk umrah.

"Kami menerima konfirmasi ada dekrit raja yang membatalkan pemberlakukan visa progresif. Jadi biayanya flat. Biaya sebesar 2000 Riyal dihilangkan," terang Hery.

Menurutnya, perubahan kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Saudi dalam mewujudkan Visi 2030. Salah satunya target jamaah umrah mencapai 30 juta orang.

"Kalau tahun lalu sekitar 8 juta jamaah, tahun depan ditargetkan mencapai 10 juta," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini