nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BJ Habibie Salat Sambil Berbaring di RS, Uzur Salat Hanya Dua

Della Astrini, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 06:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 616 2103265 bj-habibie-salat-sambil-berbaring-di-rs-uzur-salat-hanya-dua-fvKQS6WNaN.jpg BJ Habibie sakit dirawat di RS (Foto: Facebook Sri Mulyani)

Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie tengah sakit dan menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Meski kondisinya belum sehat, Habibie tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, yaitu salat sambil berbaring.

Apa yang dilakukan Habibie selaras dengan ajaran Islam, yaitu tidak ada uzur salat kecuali dua perkara. Uzur salat yang pertama yaitu lupa, sementara yang kedua ketiduran. “Selain dari itu tidak ada uzurnya. Jadi, salat itu wajib dilaksanakan bagaimana pun kondisi kita,” ujar Ustad Syarifuddin kepada Okezone, Rabu (11/9/2019).

Ihwal ibadah Habibie sambil salat sambil berbaring di atas ranjang rumah sakit disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Theo L Sambuaga saat membesuk di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta hari Selasa siang.

"Saya sempat melihat dari kaca. Pak Habibie sempat salat sekitar 10-15 menit lalu. Salat sambil baring (tiduran)," ucap Theo kepada awak media. Theo menyebut Habibie melaksanakan salat dhuhur. "Keterangan dari keluarga beliau sudah sadar dan bisa berkomunikasi," jelas Theo.

Ustad Syarifuddin menjelaskan, bagaimana pun salat 5 waktu adalah kewajiban bagi umat muslim yang diharuskan oleh Allah SWT untuk hamba-Nya. Salat 5 waktu merupakan tiang agama dan gudang pahala untuk umat muslim. Jika tidak bisa dilakukan sambil berdiri bisa dengan duduk. Tidak bisa duduk bisa salat sambil berbaring, bahkan ketika seseorang muslim sudah tak bisa bergerak sama sekali masih wajib melaksanakan salat fardhu dengan cara memberikan isyarat saja, meski dengan gerakan mata.

Allah berfirman, ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kesibukan terhadap harta dan anak-anakmu menyebabkan kamu lalai dalam mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, merekalah orang-orang yang merugi.''

Manusia yang melalaikan salat fardhu akan dihukum dengan siksaan, siksaan tersebut akan datang saat masih hidup di dunia, meninggal dunia, siksa alam kubur dan pada saat keluar dari kubur.

Siksaan yang di dunia untuk kaum muslim yang melalaikan salat fardhu yaitu setiap amal perbuatan tidak akan dijadikan pahala dan tidak dimasukkan golongan orang saleh. Sedangkan pada saat meninggal dunia, kuburnya disempitkan dan didatangkan padanya ular yang matanya berapi. Ular itu bernama Syuja' al-Aqra' kemudian dinyalakan api dalam kuburnya.

Ustad Syarifuddin menjelaskan, sahabat Robi’ah bin Ka’ab Al Aslami radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah menjelaskan, “Aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendatangi beliau dengan membawakan air wudhu dan memenuhi hajat beliau. Lantas beliau bersabda, “Mintalah.”

Aku berkata, “Aku meminta padamu supaya dapat dekat denganmu di surga (kelak).” Beliau berkata, “Atau ada selain itu?” Aku menjawab, “Itu saja yang aku minta.” Beliau bersabda, “Tolonglah aku dengan engkau memperbanyak sujud.” (HR. Muslim)

Umat muslim yang menjalankan salat fardhu akan dihapuskan dosa-dosanya dan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini