nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekolah Ini Terapkan Salam Unik, Guru Salim ke Murid, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 01:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 29 614 2110571 sekolah-ini-terapkan-salam-unik-guru-salim-ke-murid-kok-bisa-xHKrdYMKXM.jpg Guru mencium tangan murid (Foto: Sukardi/Okezone)

Ada yang menarik saat Okezone datang ke sebuah bangunan tradisional di dekat Tugu Pancasila, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Di sana sedang berlangsung Festival Budaya yang dilakukan Sekolah Alam Bina Insani Pangkalan Bun.

Acaranya memang menarik, karena Anda akan dikenalkan lebih dekat dengan tradisi asli Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Tapi, di sisi lain, fokus perhatian Okezone tertuju pada bagaimana guru-guru di sekolah alam menyapa anak murid. Ya, tidak seperti biasanya, guru di sekolah ini salim ke murid!

guru salim

Sebuah tradisi yang bisa dibilang aneh. Sebab, kita biasanya hanya tahu kalau guru itu dihormati anak muridnya. Tak pernah ada sejarahnya guru hormat ke murid dengan cara salim tangan. Tapi, di sekolah ini hal tersebut benar adanya.

Pada Okezone, Kepala Sekolah Alam Bina Insan Pangkalan Bun Sri Wahyuni menuturkan tradisi unik ini. Dalam penjelasannya, seorang guru itu sejatinya mesti menghormati anak. Sebab, anak adalah amanah dari Allah SWT dan mereka makhluk yang suci. Makanya, kita sebagai orangtua mesti menghormatinya.

"Karena dasar pemikiranya seperti itu, kita di sekolah ini ada tiga tahapan memberi salam. Pertama anak salim ke guru, kemudian guru salim ke anak, dan terakhir 'tos' atau peluk," papar Sri, Sabtu (28/9/2019).

Namun, ada hal yang mesti digarisbawahi, untuk anak-anak kelas 4 SD ke atas ternyata sudah tidak lagi menyentuh lawan jenisnya.

Jadi, sebatas mengucap salam. Ini dilakukan agar anak-anak tahu siapa mereka berdasarkan alat kelamin dan ajaran Islam yang meminta kita untuk tidak bersentuhan jika lawan jenis.

guru sekolah alam

Selain karena menghormati anak sebagai amanah, orangtua atau guru salim ke anak murid juga dimaksudkan untuk memberi pelajaran hidup bagi orang dewasa. Menurut Sri, orangtua harus belajar makna sabar dan jujur itu dari anak-anak.

Sadar atau tidak, ketika orang dewasa marah pada anak, mereka biasanya akan sangat gengsi untuk meminta maaf dan malah membentengi dirinya dengan ego yang tinggi. Hal ini menurut Sri keliru dan sebaiknya orangtua menghindarinya.

"Beda dengan anak kecil, mereka marah terus 5 menit kemudian juga pasti minta maaf. Lah orangtua? 5 hari baru mau maafin. Kan keliru, makanya saya selau beri penjelasan agar kita sebagai orangtua belajar dari anak-anak," ungkapnya.

Sri menambahkan, begitu juga dengan perilaku jujur. Anak kecil akan bercerita apa pun ke orangtuanya tanpa menyembunyikan fakta. Tapi, orangtua? Ego lagi yang dimainkan, sehingga banyak berbohong. Makanya, lagi-lagi ditekankan Sri, anak-anak itu tempat belajar.

Dengan begitu, ada baiknya sebagai orangtua juga memberi hormat pada anak. Jangan hanya anak yang dipaksa hormat, sementara anak tidak pernah diberi apresiasi atau penghargaan. So, sudah salim dengan anak sendiri hari ini?

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini