nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi Irish Bella-Ammar Zoni Meninggal dalam Kandungan, Begini Cara Menanganinya Menurut Islam

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 12:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 07 614 2113774 bayi-irish-bella-ammar-zoni-meninggal-dalam-kandungan-begini-cara-menanganinya-menurut-islam-HTXtCqEzml.jpg Ammar Zoni dan Irish Bella. Foto: Okezone

BAYI kembar hasil pernikahan Irish Bella dengan Ammar Zoni, meninggal saat masih berusia enam bulan di dalam kandungan. Lalu bagaimana aturan fiqih atas janin yang meninggal dalam rahim?

Perlu diketahui bahwa jauh sebelum Irish Bella dan Ammar Zoni, ada banyak orangtua yang kehilangan bayi saat masih di dalam kandungan. Sehingga menghadapi peristiwa seperti ini sudah lama diatur dalam hukum Islam.

Sebagaimana diketahui bersama, ada empat kewajiban utama orang hidup terhadap orang yang telah meninggal, yakni memandikan, mengkafani, mensalatkan, dan menguburkan. Namun khusus untuk menangani bayi yang meninggal dalam kandungan, caranya berbeda.

Irish Bella dan Ammar Zoni. Foto: Istimewa

Masalah seperti ini telah menjadi sorotan para ulama fiqih, khususnya para ulama Syafi‘iyyah. Salah satunya adalah Syekh Zainuddil al-Malaibari. Dalam kitabnya, Fath al-Mu‘in (Terbitan Dar Ihya al-Kutub al-‘Araiyyah, hal. 46), ia mengungkapkan:

ووري أي ستر بخرقة سقط ودفن وجوبا كطفل كافر نطق بالشهادتين. ولا يجب غسلهما بل يجوز. وخرج بالسقط العلقة والمضغة فيدفنان ندبا من غير ستر ولو انفصل بعد أربعة أشهر غسل وكفن ودفن وجوبا. فإن اختلج أو استهل بعد انفصاله صلي عليه وجوبا.

Artinya, “Dan harus dibungkus—maksudnya ditutup—dengan kain serta wajib dikubur mayat janin yang lahir keguguran. Sama halnya dengan mayat anak kecil kafir yang mengucap dua kalimat syahadat. Namun, mayat janin keguguran dan anak kecil kafir itu tidak wajib dimandikan, hanya saja boleh jika mau dimandikan. Dikecualikan dari janin yang keguguran adalah gumpalan darah atau gumpalan daging (calon janin) yang keguguran. Maka keduanya sunnah dikuburkan tanpa harus dibungkus. Namun, bila janin yang keguguran itu telah berusia empat bulan, maka ia wajib dimandikan, dikafani, dan dikebumikan. Berbeda halnya jika setelah keluar sang janin bergerak atau bersuara, maka ia wajib dishalatkan (selain dimandikan, dikafani, dan dikebumikan).”

Ilustrasi. Foto Istimewa

Dari petikan tentang janin keguguran di atas, dapat ditarik sejumlah kesimpulan bahwa untuk menangani bayi meninggal dalam kandungan seperti yang dihadapi pasangan Irish Bella-Ammar Zoni yaitu:

1. Janin yang keguguran dan masih berupa gumpalan darah dan gumpalan daging, sunnah dikuburkan, tidak wajib dibungkus, tidak wajib dimandikan, tidak wajib dishalatkan.

2. Jika sang janin yang keguguran sebelumnya tidak terlihat hidup, tidak pula terlihat ada tanda-tanda kehidupan, tidak pula tampak rupa dan kesempurnaan fisiknya, maka ia tidak wajib dimandikan dan tidak wajib dishalatkan. Namun, sunnah dibungkus dengan kain dan wajib dikuburkan.

3. Jika sang janin yang keguguran tidak terlihat hidup, tidak pula terlihat tanda-tanda hidup, namun tampak rupa dan kesempurnan fisiknya, terlebih usianya di atas empat bulan, maka jenazahnya wajib dimandikan, dikafani, dan dikuburkan, namun tidak wajib dishalatkan.

4. Jika janin yang keguguran sebelumnya terlihat hidup, tampak pula tanda-tanda kehidupannya, seperti menangis, bergerak, menjerit, menggigil, dan sebagainya, sesaat setelah dilahirkan, maka jenazahnya wajib dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dikuburkan, layaknya orang dewasa, walaupun saat keguguran usianya masih di bawah empat bulan, sebagaimana yang diungkap oleh Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain (Terbitan Dar al-Fikr, Beirut, Cet. Pertama, hal. 156).

Demikian dijelaskan Ustadz M. Tatam Wijaya, Pengasuh Majelis Taklim “Syubbanul Muttaqin” dan Pembina Organisasi Kepemudaan “KEPRIS”, Desa Jayagiri, Kecamatan Sukanagara, Cianjur Selatan, Jawa Barat, sebagaimana dilansir dari laman resmi Nahdatul Ulama (NU Online), Senin (7/10/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini