JAM'IYATUL Qurra Wal Huffadh (JQH) Nahdlatul Ulama menyelenggarakan Sejuta Khataman Alquran pada 15 hingga 31 Oktober 2019. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2019.
Selain itu Ketua Umum JQH NU H Saefullah Maksum mengatakan, Sejuta Khataman Alquran digelar sebagai dakwah bahwa membaca Alquran tidak hanya baik pada Ramadan saja, namun juga harus dilakukan setiap hari.
"Kami mengadakan acara ini juga untuk menyadarkan masyarakat bahwa antusias untuk membaca Alquran tidak hanya dirasakan setahun sekali ketika Ramadan. Dengan gerakan ini kami mengharapkan kaum muslimin dapat menamatkan Alquran sekali seminggu maupun sekali sebulan, sesuai kemampuannya masing-masing. Paling tidak rumah, surau, dan masjid tidak putus dibacakan Alquran agar malaikat Allah datang dan menjaga tempat tersebut," tutur Saefullah kepada Okezone.
Pembacaan Alquran lewat acara Sejuta Khataman Alquran dilakukan serentak di seluruh nusantara, terutama di kantor kantor-kantor Jam'iyatul Qurra Wal Huffadh, Nadhlatul Ulama, dan pesantren-pesantren.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Saefullah menambahkan, pihaknya berharap acara puncak atau pengkhataman Alquran bisa digelar di Istana Kepresidenan. Untuk mewujudkan itu pihaknya sedang menghubungi protokol Istana Negara.