"Kami mengharapkan pengkhataman ini dapat diadakan di Istana Presiden di tanggal 31 oktober ini sesuai dengan rencana awal. Hingga saat ini kami memiliki dua plan, yang pertama kita adakan di PPNU pada tanggal 31 atau tetap melakukannya di Istana, tetapi tanggalnya menyesuaikan dengan kesediaan pihak istana," terangnya.
Lebih lanjut Saefullah mengatakan, hal lain yang menjadi latarbelakang Sejuta Khataman Alquran digelar adalah keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang dinilai sedang tidak baik. Pasalnya banyak masalah dan musibah yang terjadi di negeri ini.
"Kami juga ikut prihatin atas kondisi kehidupan bangsa dan negara kita yang terus bertubi-tubi menghadapi masalah, baik masalah politik, sosial, apalagi soal ekonomi yang tidak sepenuhnya mengembirakan. Oleh itu program ini merupakan salah satu partisipasi kami untuk ikut berempati kepada negara,” katanya.
“Kami mengajak seluruh muslim di Indonesia untuk mengkhatamkan Alquran agar kita mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan semoga juga Allah memberi kelancaran pada saat pelantikan presiden mendatang," pungkas Saefullah.
(Abu Sahma Pane)