Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berbicara atau Berdehem saat Buang Hajat, Bagaimana Hukumnya?

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Senin, 04 November 2019 |13:01 WIB
Berbicara atau Berdehem saat Buang Hajat, Bagaimana Hukumnya?
Ilustrasi. Foto: Mirror
A
A
A

Syekh Ali Syibramalisi menegaskan:

وهل من الكلام ما يأتي به قاضي الحاجة من التنحنح عند طرق باب الخلاء من الغير ليعلم هل فيه أحد أم لا؟ فيه نظر، والأقرب أن مثل هذا لا يسمى كلاما، وبتقديره فهو لحاجة وهي دفع دخول من يطرق الباب عليه لظنه خلو المحل

“Apakah termasuk pembicaraan berdehem yang dilakukan orang yang memenuhi hajat ketika diketuknya pintu kamar mandi oleh orang lain untuk mengetahui apakah di dalam kamar mandi ada orang atau tidak?. Hal ini perlu dikaji matang, pendapat paling dekat adalah bahwa yang sejenis berdehem ini bukan termasuk pembicaraan (yang dilarang). Andaipun termasuk pembicaraan, maka termasuk pembicaraan karena kebutuhan, yaitu menolak masuknya orang lain yang mengetuk pintu karena dugaannya perihal kosongnya kamar mandi” (Syekh Ali Syibramalisi, Hasyiyah Ali Syibramalisi ‘ala Nihayah al-Muhtaj, juz.1, hal.141). Demikian penjelasan mengenai hukum berbicara dan berdehem saat memenuhi hajat di kamar mandi, semoga bermanfaat.

Demikian ulasan Ustadz M. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, sebagaimana dilansir dari NU Online pada Senin (11/4/2019).

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement