Orang yang melihat pertama kali kedatangan Rasulullah justru seorang lelaki Yahudi yang biasa melihat para kaum Anshor setiap hari menunggu kedatangan Rasulullah saat ia naik ke atas loteng rumahnya untuk suatu keperluan. Ia lantas berteriak, “Wahai Bani Qailah, ini pemimpin kalian, sungguh telah datang!”
Akhirnya, ada sekitar 500 orang dari kaum Anshor yang menyambut kedatangan Rasulullah. Saat itu, penduduk Kota Madinah bersama-sama keluar rumah, sampai para gadis-gadis perawan pun naik ke atas rumah-rumah mereka seraya bertanya satu sama lain, “Yang manakah Rasulullah? Yang manakah Rasulullah?”
Saking gemparnya Kota Madinah saat itu, sahabat Anas bin Malik sampai berkata, ”Saya tidak pernah melihat pemandangan Kota Madinah segempar hari kedatangan Rasulullah dan hari wafatnya Rasulullah."
Itulah rasa rindu dan cinta yang penduduk Madinah rasakan terhadap Rasulullah. Rasa cinta dan rindu yang besar itulah yang umat Islam masih rasakan kepada Rasulullah hingga saat ini.
Oleh karena itu kita diberikan wadah berupa acara Maulid Nabi untuk mengekspresikan rasa cinta, rindu kepada Rasulullah SAW.
Kita sering mendendangkan kasidah dan puji-pujian kepada Rasulullah dengan disertai pukulan rebana yang serasi, sehingga membuat rindu di hati semakin bergejolak. Bahan banyak di antara jamaah Maulid Nabi ada yang sampai meneteskan air mata karena kerinduan dan cinta yang dalam kepada Rasulullah.