Share

Maulid Nabi, Ekspresi Kerinduan dan Cinta kepada Rasulullah SAW

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 04:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 04 614 2125702 maulid-nabi-ekspresi-kerinduan-dan-cinta-kepada-rasulullah-saw-5IlCokEJUZ.jpg Nabi Muhammad lahir di Arab (Foto: Frontier Blog)

Sebentar lagi umat Islam segera menyambut Maulid Nabi atau hari peringatan kelahiran Rasulullah SAW. Rasulullah SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Biasanya saat merayakan Maulid Nabi, umat Islam banyak bersalawat dan berdoa. Mereka juga mengisinya dengan pengajian dan makan dan minum.

ย Nabi Muhammad pembawa peringatan

Sejatinya, perintah bergembira atas kehadiran Rasullulah SAW di muka bumi ini datang langsung dari Allah SWT, melalui firmannya:

ู‚ูู„ู’ ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ููŽุจูุฐูŽูฐู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆุง ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ

โ€œKatakanlah: โ€œDengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkanโ€.(QS. Yunus:58)

Menurut sahabat Ibnu Abbas Ra, pakar tafsir kenamaan dari kalangan sahabat, maksud dari rahmat Allah SWT dalam ayat di atas ialah sosok Rasulullah SAW sang pemberi peringatan.

Seperti dilansir website Pondok Pesantren Lirboyo, perintah bergembira di atas adalah perintah bergembira akan kelahiran Rasulullah SAW yang menjadi rahmat bagi semesta alam, termasuk kita umat manusia zaman akhir.

Kegembiraan atas kedatangan Rasulullah SAW sudah jadi tradisi di kalangan para sahabat.

Pada hari-hari mendekati kedatangan Rasulullah di Madinah, banyak penduduk Madinah setiap hari keluar bersama dari rumahnya dan menunggu kedatangan Rasulullah hijrah dari Makkah.

Mereka keluar rumah setelah waktu Subuh sampai tengah hari. Jika tidak ada tanda-tanda kemunculan Rasulullah, maka mereka kembali pulang ke rumah masing-masing. Hal itu dilakukan beberapa hari.

Mereka sangat antusias, rindu, dan bergembira menanti kedatangan Sang Nabi besar. Sampai akhirnya suatu hari, Rasulullah SAW dan sahabat Abu Bakar ra sampai di Madinah pada siang hari, saat para penduduk sudah kembali ke rumah masing-masing.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Orang yang melihat pertama kali kedatangan Rasulullah justru seorang lelaki Yahudi yang biasa melihat para kaum Anshor setiap hari menunggu kedatangan Rasulullah saat ia naik ke atas loteng rumahnya untuk suatu keperluan. Ia lantas berteriak, โ€œWahai Bani Qailah, ini pemimpin kalian, sungguh telah datang!โ€

Akhirnya, ada sekitar 500 orang dari kaum Anshor yang menyambut kedatangan Rasulullah. Saat itu, penduduk Kota Madinah bersama-sama keluar rumah, sampai para gadis-gadis perawan pun naik ke atas rumah-rumah mereka seraya bertanya satu sama lain, โ€œYang manakah Rasulullah? Yang manakah Rasulullah?โ€

Saking gemparnya Kota Madinah saat itu, sahabat Anas bin Malik sampai berkata, โ€Saya tidak pernah melihat pemandangan Kota Madinah segempar hari kedatangan Rasulullah dan hari wafatnya Rasulullah."

Itulah rasa rindu dan cinta yang penduduk Madinah rasakan terhadap Rasulullah. Rasa cinta dan rindu yang besar itulah yang umat Islam masih rasakan kepada Rasulullah hingga saat ini.

Oleh karena itu kita diberikan wadah berupa acara Maulid Nabi untuk mengekspresikan rasa cinta, rindu kepada Rasulullah SAW.

Kita sering mendendangkan kasidah dan puji-pujian kepada Rasulullah dengan disertai pukulan rebana yang serasi, sehingga membuat rindu di hati semakin bergejolak. Bahan banyak di antara jamaah Maulid Nabi ada yang sampai meneteskan air mata karena kerinduan dan cinta yang dalam kepada Rasulullah.

Umat Islam begitu mencintai Rasulullah sebab Rasulullah sudah mencintai kita bahkan sebelum kita dilahirkan ke muka bumi.

Sungguh Rasulullah pernah jatuh pingsan dan menangis saat malaikat Jibril mengatakan kepadanya, bahwa akan ada umatnya yang masuk neraka. Mereka masuk neraka karena belum bertaubat hingga kematiannya. Rasulullah langsung menangis bersimbah air mata.

Itulah betapa besar cinta Rasulullah kepada kita, maka sudah selayaknya kita bersalawat kepada Rasulullah SAW. Lalu memperbanyaknya saat Maulid Nabi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini