Islam mengajarkan muslim tak hanya pandai secara keilmuan. Namun juga harus kuat secara ekonomi sehingga saat berdakwah tak memikirkan masalah ekonomi dan mampu berbuat banyak untuk umat. Oleh karena itu banyak ulama dan waliyullah kaya raya pada zaman dulu yang tenang dan fokus dalam berdakwah.
Para ulama dan waliyullah kaya raya ini selain banyak ilmunya, hartanya juga melimpah ruah. Bahkan wakafnya masih ada jejaknya hingga saat ini.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Kiai Agus Salim mengatakan, seorang muslim tidak ditekankan untuk kuat secara ilmu saja. Namun juga harus kuat secara ekonomi sehingga para ulama dalam berdakwah bisa tenang dan ikhlas.
"Karena ini penting, maka di sinilah diadakan seminar enterpreneur. Jadi semangat kita berdakwah harus diimbangi juga ekonomi yang kuat," ujar Kiai Agus dalam Seminar Dai Entrepreneur 2019 bertajuk Improve Your Mind and Creativity to be a Competitive Entrepreneur di Gedung PBNU beberapa waktu lalu.
Kiai Agus menjelaskan, waliyullah Syekh Abdul Qodir Al-Jilani dan Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili tidak hanya kaya dengan ilmu saja. Mereka juga memiliki harta yang melimpah ruah.
"Ini ulama-ulama ini orang yang kaya raya. Jangan dianggap hanya pinter wirid doang ini," ujar Kiai Agus.
Bahkan sampai sekarang di Irak masih terabadikan wakafnya Syekh Abdul Qodir Al-Jilani sebesar 80 hektare. Kekayaan ulama ini luar biasa.
Oleh karena itu para ulama maupun dai saat ini, terang Kiai Agus, bisa mencontoh kemampuan ekonomi para ulama pendahulunya. Diharapkan mereka bisa mencontoh Rasulullah SAW, beliau menguatkan perekonomiannya sebagai pedagang atau wirausaha.
"Kita bisa menjadi wirausahawan yang seperti yang digambarkan Rasulullah SAW khairunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain. Kalau kita bisa menerapkan konsep ekonomi, ya kita ciptakan lapangan kerja," ujar Kiai Agus.
Di tempat yang sama, CEO Paytren Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, sebagai seorang pendakwah ia membuktikan bahwa dai pun juga bisa menjadi pebisnis, memiliki karyawan. Itu semua karena kehendak Allah SWT.
"Tangan kita kecil tapi ketika Allah kasih power, tangan kita ini mampu memimpin 3.000 karyawan," kata Ustadz Yusuf Mansur.
Sementara itu, sekretaris seminar Ustadz Fauzi berharap dengan adanya seminar ini akan membentuk spirit dai mengelola usaha. Jadi, jika dai selesai dengan kebutuhannya, maka akan lebih maksimal dalam berdakwah.
"Seminar dan pelatihan ini akan ada lanjutannya, yaitu pembinaan dan permodalan yang bekerjasama dengan salah satu bank swasta," ungkap Fauzi.
Seminar ini diikuti oleh 200 ustadz dan ustadzah. Mereka merupakan lulusan Pendidikan Dai Penggerak NU.
Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke [email protected], cc [email protected].
(Dyah Ratna Meta Novia)