Kisah Nabi Muhammad, Pertanyaan Terakhir Seorang Yahudi Tentang Anak

Nada Husna, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 06 614 2138637 kisah-nabi-muhammad-pertanyaan-terakhir-seorang-yahudi-tentang-anak-U2L5Ukvf60.jpg Ilustrasi. Foto: Pixels

PENJELASAN tentang reproduksi manusia sudah banyak dikemukakan oleh para peneliti khususnya di bidang ilmu pengetahuan. Namun, penjelasan ini berbeda bagi umat Islam karena keluar dari mulut Nabi Muhammad SAW secara langsung.

Kisah ini bermula saat kaum Quraisy memberitahu seorang Yahudi bahwa Nabi Muhammad SAW mengaku sebagai nabi. Lantas Yahudi tersebut mendatangi Rasulullah untuk mengajukan berbagai pertanyaan sebagai ujian kebenaran atas pengakuannya sebagai nabi.

Pertanyaan demi pertanyaan telah dijawab oleh Nabi Muhammad, sampailah ia pada pertanyaan terakhir. Yahudi berkata, “Aku akan mengajukan kepadamu suatu pertanyaan yang tidak akan bisa dijawab oleh seorang pun di dunia selain nabi.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Nabi berkata, “Apakah engkau mendapat keuntungan bila aku menjawab pertanyaanmu?”

Ia pun akhirnya bertanya kepada nabi tentang Anak. Nabi Muhammad pun menjawab bahwa anak adalah bahan untuk reproduksi dari laki-laki yang berwarna putih dan dari wanita berwarna kuning, yakni warna inti indung telur.

Jawaban nabi belum selesai sampai di sana, ketika bersanggama dan bahan (kromosom dan gen) laki-laki lebih unggul daripada bahan perempuan, maka Allah SWT akan memutuskan terciptanya anak laki-laki. Apabila bahan perempuan lebih unggul daripada laki-laki, maka anak perempuanlah yang ditentukan oleh Allah SWT.

Sebelum seorang Yahudi itu pergi, ia mengatakan, apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad benar adanya, dan Muhammad terbukti seorang nabi.

Tak lama setelah kepergian seorang Yahudi itu, Nabi Muhammad berkata, “Ia menanyakan sesuatu yang tidak aku ketahui hingga Allah memberitahukan jawabannya kepadaku”.

Allah SWT berfirman :

"Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al-Mu'minun 23: 13-14)

Dalam buku berjudul “Tafsir Ilmu: Penciptaan Manusia dalam Perspektif Alquran dan Sains” disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, ayat di atas dapat diketahui bahwa perkembangan embrio terjadi secara bertahap. Tahapan-tahapan pada ayat ini persis dengan temuan ilmu pengetahuan modern.

Secara umum pentahapan itu dapat dijelaskan, yakni sel telur yang belum dibuahi diproduksi oleh organ wanita dan diletakkan pada semacam tabung yang disebut fallopia. Saat bersanggama, akan ada satu sperma laki-laki yang membuahi sel telur lalu sel telur yang telah dibuahi akan bergerak ke rahim dan menempel di dinding rahim, embrio akan berkembang (sekitar 3 bulan). Setelah itu, terjadi perkembangan janin selama kurang lebih 6 bulan.

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini