5. Allah Mengakui Perempuan sebagai Makhluk Spiritual
“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (19:58)
Dari semua nabi besar dan keturunan Adam yang dirujuk dalam surat ini, Maryam dipilih untuk gelar tersebut. Di sini, Allah mengirimi kita pengingat yang jelas: wanita juga makhluk spiritual.
Wanita diadili tidak semata-mata pada penampilan, tetapi pada kesalehan, kesadaran Tuhan dan mengandalkan Allah. Ketika Malaikat Jibril menampakkan diri kepadanya dengan berita tentang seorang putra, dia mencari perlindungan kepada Allah.
Dia memproses pesan itu dan menerima keputusan Tuhannya. Kemudian, dia hanya menyerahkan kehendak Allah, percaya bahwa keyakinannya akan dihargai dan bahwa dia tidak akan ditinggalkan.
(Muhammad Saifullah )