HAMBURG – Generasi Muda Muslim di Jerman tidak begitu nyaman dengan imam-imam masjid di sana sekarang. Kenapa bisa begitu?
Dilansir dari politico pada Jumat (20/12/2019), sebagian besar imam masjid di Jerman ternyata berasal dari negara asing seperti Turki, dan mereka sering khutbah dengan bahasa Turki. Sedangkan Muslim Jerman butuh imam yang mengisi sebagian kegiatan masjid dengan bahasa Jerman.
Di antara para imam di masjid Jerman, Abdulsamet Demir merupakan suatu penampakan baru dan berbeda dengan para imam lainnya di Jerman. Hal tersebut karena ia adalah salah satu imam yang tumbuh, belajar dan dilatih menjadi imam di sana.
Demir yang berusia 28 tahun merupakan imam Masjid Sultan Eyüp di kota Hamburg. Ia mengatakan negaranya masih membutuhkan banyak imam lokal. "Saya pikir Jerman membutuhkan imam Jerman," katanya.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
"Maksudnya berpendidikan universitas dan lahir atau dibesarkan secara ideal di sini, dengan pengetahuan tentang adat dan tradisi negara ini," tambah Demir.
Partai-partai politik besar dan sebagian besar asosiasi Islam di Jerman sepakat, mereka khawatir bahwa imam asing akan menghambat integrasi dan memungkinkan negara-negara seperti Turki untuk melakukan pengaruh yang tidak semestinya terhadap hampir 5 juta Muslim Jerman.
Sebagian besar orang-orang di dalam komunitas Islam, termasuk Demir, juga khawatir bahwa para imam masjid yang tidak bisa berbahasa Jerman tidak dapat terhubung dengan generasi muda.