Gus Yahya Serukan Kebijakan Non-Represi Bagi Muslim Uighur

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 20 614 2144295 gus-yahya-serukan-kebijakan-non-represi-bagi-muslim-uighur-YLv6MR2rNU.jpg Muslim Uighur (Foto: Malaysia Today)

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf yang akrab disapa Gus Yahya mengatakan, dirinya tak menampik adanya represi dan pengawasan terhadap muslim Uighur oleh otoritas China karena ada potensi separatis.

“Yang dilakukan China terhadap muslim Uighur sama dengan yang mereka lakukan terhadap Tibet. Kenapa mereka punya potensi separatis? Karena dulu-dulunya pernah menjadi negara tersendiri,” ujar Gus Yahya kemarin.

 muslim uighur

Namun saat ini, terang dia, muslim Uighur menjadi bagian dari China. Jika seandainya didorong untuk melepaskan diri dari China, maka akan terjadi kekacauan politik dan militer serta ketidakstabilan di seluruh kawasan.

Hal yang sama juga terjadi jika Papua merdeka misalnya. Seluruh kawasan menjadi tidak stabil dan kacau. “Nah sekarang yang kita pikirkan, sama seperti Indonesia terhadap Papua. Pemerintah Indonesia harus melakukan langkah-langkah yang jelas untuk menciptakan keadilan di Papua untuk menjadikan orang Papua merasa bagian dari Indonesia,” ujar Gus Yahya.

“Itu yang harus dilakukan China terhadap Uighur. Tidak hanya dengan represi, tidak hanya dengan pengawasan seperti yang mereka lakukan sekarang,” katanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ia menjelaskan, Pemerintah China bisa melakukan langkah yang lebih baik terhadap warga muslim Uighur di Xinjiang dari pada kebijakan saat ini. Misalnya membuat kebijakan non-represi terhadap muslim Uighur.

Seperti dilansir NU Online, Gus Yahya mengatakan, NU bisa membantu persoalan Muslim Uighur jika diminta. “Ini masalah politik dalam negeri China. Kalau mau kita bantu, kita bantu. NU bisa bantu kok kalau Pemerintah China mau. Kita bisa bantu dengan wawasan keislaman yang dikembangkan di NU, yang bisa membuat penduduk Uighur lebih fleksibel di dalam menerima sistem politik China. Kalau mau kita bisa bantu,” terangnya.

“Kita tidak bisa mencampuri urusan politik dalam negeri China. Yang kita bisa karena kita ngerti masalahnya, kita tawarkan bantuan. Kalau Pemerintah China mau, kita bisa bantu,” katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya