Begini Sepinya Masjid Terbesar di China

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 20 614 2144172 begini-sepinya-masjid-terbesar-di-china-PEhi03PC7l.jpg Masjid terbesar di China (Foto: Yenisafak)

Masjid terbesar di China tampak kosong dari jamaah yang beribadah. Kemungkinan sepinya masjid ini karena represi kebebasan beragama muslim Uighur di Xinjiang.

Seperti dilansir dari Yenisafak, terlihat masjid terbesar di China, yakni Masjid Id Kah di Xinjiang tak terlihat lagi jamaah yang sampai luber ke luar masjid.

 dulu jamaah sampai luber

Dikenal sebagai masjid terbesar di China, dan berusaha mempertahankan identitas Islamnya dalam beberapa tahun terakhir. Namun mereka tak mampu melawan berbagai aturan dan kebijakan represif.

Kini Masjid Id Kah dan sekitarnya berubah menjadi kota hantu setelah bertahun-tahun ada peningkatan pembatasan beribadah sistematis.

Id Kah berarti tempat perayaan dalam bahasa Mandarin. Masjid yang indah ini sejatinya dapat menampung hingga 10.000 jamaah.

Namun setelah adanya aturan pembatasan masjid, tidak ada seorang muslim Uighur yang dapat beribadah di Masjid Id Kah.

Sejak pengangkatan pejabat setempat Chen Quanguo pada 2016, pembatasan  terhadap jumlah dan akses terhadap masjid dimulai dengan sungguh-sungguh.

Hal ini bisa dilihat ketika kamera pengintai dan penghalang mulai dipasang di pintu masuk masjid dan para jamaah mulai ditandai. Kondisi seperti itu mengakibatkan berkurangnya jamaah yang pergi ke masjid.

Masjid Id Kah saat masih ada jamaah

Lebih lanjut, menurut Radio Free Asia, hampir 5.000 masjid ditutup di kota itu selama tiga bulan pertama masa jabatan Chen.

Menurut sumber independen, sejak 1997, China telah menutup lebih dari 1.200 masjid di seluruh Xinjiang. Selain itu, ratusan masjid kecil pun ditutup. Beberapa masjid yang ditutup oleh pemerintah kemudian dihancurkan seluruhnya, yang lain diubah menjadi kantor komunikasi untuk Partai Komunis.

Menurut AS dan PBB, sebanyak 1 juta orang atau sekitar 7 persen dari populasi muslim Xinjiang ditahan dalam kamp pendidikan ulang. Namun Beijing menyangkal dengan mengatakan, kamp-kamp di Xinjiang adalah pusat pendidikan kejuruan.

September lalu, Human Rights Watch yang bermarkas di New York merilis sebuah laporan yang menuduh Beijing melakukan kampanye sistematis pelanggaran hak asasi manusia terhadap muslim Uighur di Xinjiang. Kasus ini pun hangat kembali.

Perlu diketahui, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China, kerap disebut juga sebagai rumah bagi banyak etnis minoritas, termasuk di dalamnya adalah orang Uighur Turki yang mana wilayah itu disebut juga dengan nama Turkestan Timur.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini