Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baik Mana, Doa Bahasa Arab atau Indonesia?

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Senin, 13 Januari 2020 |15:06 WIB
Baik Mana, Doa Bahasa Arab atau Indonesia?
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

2. Apabila doa itu di luar salat, maka melafalkan doa yang ma’tsur dengan lafal bahasa Arab lebih baik (utama), sebab doa yang ma’tsur adalah doa yang bersumber dari Alquran dan as-Sunnah yang memiliki keutamaan tersendiri dalam membacanya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ آلم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِف حَرْفٌ وَلَام حَرْفٌ وَمِيم حَرْفٌ.

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak berkata “alif lam mim” itu satu huruf, akan tetapi “alif” satu huruf, “lam” satu huruf dan “mim” satu huruf [HR. at-Tirmidzi, 2910].

Di sisi lain, doa tersebut sebagai bentuk ittiba’ (mengikuti) Rasulullah SAW, karena beliau senantiasa berdoa dengan doa yang ma’tsur. Akan tetapi, meskipun tidak memahami artinya tetap lebih baik (utama) dibandingkan dengan bahasa lain beserta memahami artinya. Sebab, Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terkandung dalam diri hambanya ketika berdoa. Firman Allah Swt:

إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ.

Allah Maha mengetahui segala isi hati [Q.S. Luqman (31: 23]

Jika seseorang itu belum mampu melafalkan doa dengan bahasa Arab maka boleh memakai bahasa lain. Dalam berdoa hendaknya dilakukan dengan menundukkan hati, dan menghayati makna doa tersebut (hal ini dianjurkan pula bagi doa yang ma’tsur). Rasulullah SAW bersabda:

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement