Ketika Allah Memberi Jaminan Perlindungan kepada Rasulullah

Annisa Ratna Setiawati, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 614 2166140 ketika-allah-memberi-jaminan-perlindungan-kepada-rasulullah-Fewi5T8Isw.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

RASULULLAH SAW mendapat banyak rintangan ketika menyiarkan agama Islam. Ia mendapat banyak ancaman atau gangguan, bahkan pernah hendak diracun.

Namun begitu Allah SWT memberikan jaminan selalu melindunginya sehingga ia selamat dari segala upaya pembunuhan. Nabi Muhammad, Rasulullah SAW, meninggal bukan karena dibunuh, tetapi karena demam pada usianya yang ke-62.

Mengenai perlindungan kepada Rasulullah semasa hidup, Allah berfirman, "Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah melindungimu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (Al-Ma'idah: 67).

Demikian dikutip dari halaman 681-682 buku "Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an, Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah yang ditulis oleh Dr. Nadiah Thayyarah, firman Allah, "Allah melindungimu dari (gangguan) manusia," berisi perintah di awal bahwa Rasulullah harus menyampaikan risalah Allah. Allah pun akan menjaga, menolong, dan menguatkan Rasulullah untuk menghadapi musuh dan memenangkan beliau atas mereka.

Rasulullah diimbau untuk tidak takut dan tidak sedih, karena takkan mungkin ada satu pun kejahatan musuh yang bisa mengganggu beliau. Rasulullah diberi tahu bahwa ia takkan mati terbunuh, tetapi mati di atas pembaringan. Dan sesungguhnya, Rasulullah pun sudah dijaga Allah sejak sebelum ayat ini turun.

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah dijaga sampai ayat itu turun. Dia menuturkan, saat itu Rasulullah melongokkan kepalanya melalui kubah dan bersabda, "Saudara-saudara kalian boleh pergi karena Allah telah melindungi kita." (HR. Tirmidzi).

Di antara perlindungan Allah untuk Rasul-Nya adalah bahwa Rasulullah dilindungi dari penduduk Makah yang brutal, pendengki, pembangkang, dan yang selalu memusuhi dan membencinya. Mereka menggelorakan tantangan perang sepanjang waktu. Namun, semua situasi itu adalah bagian dari pelajaran dan hikmah Allah bagi Rasulullah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pada masa awal dakwahnya, Rasulullah mendapat perlindungan dari pamannya, Abu Thalib, yang merupakan tokoh pemuka Quraisy yang sangat disegani. Allah seakan menanamkan rasa cinta yang manusiawi dan hakiki dalam hati sang paman kepada Rasulullah.

Andai saja Abu Thalib masuk islam, pastilah orang-orang kafir dan para pemuka Quraisy sudah mengintimidasi Rasulullah. Namun, karena Abu Thalib bertahan dalam keyakinan dan agama kaum Quraisy, mereka segan dan menaruh hormat kepadanya. Ketika Abu Thalib wafat, Nabi pun mulai merasakan adanya gangguan dari kaum musyrikin.

Allah lalu menakdirkan kaum Anshar menyatakan baiat dan masuk Islam kepada Rasulullah, dan menawarkan kepada Rasulullaj untuk pindah ke Madinah. Setiap kali Rasulullah ingin pindah ke Madinah, kaum musyrikin selalu menghalanginya. Namun, setiap kali orang-orang musyrik dan Ahlul Kitab itu ingin berbuat jahat, setiap kali itu pula Allah membuat makar dan membalas makar mereka.

Contohnya, orang Yahudi pernah berusaha menyihir Nabi, tapi Allah menjaga beliau dan menurunkan dua surah perlindungan sebagai penawarnya. Orang Yahudi pun pernah meracuni Nabi atau Rasulullah dengan menaruhnya di daging kambing makanan di Khaibar, tapi Allah lagi-lagi memberi tahu dan menjaganya dari gangguan itu.

Demikian dikutip dari halaman 681-682 buku "Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an, Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah yang ditulis oleh Dr. Nadiah Thayyarah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya